Ketika Hidup Di Liputi Gengsi Dan Harga Diri

Saturday, May 10, 2014

GUBHUG REYOTT™ | Pernah tidak kita berfikir atau pernah merenungkan sesuatu yang membuat diri kita terlalu egois, dan sering mementingkan diri kita sendiri tanpa menyadari, ternyata harga diri kita tidak secara langsung tidak ada harganya lagi di mata orang lain dikarenakan kita terlalu picik dalam menyikapi semua yang kita miliki. Sebenarnya Gengsi dan Harga Diri mempunyai arti yang sama, tetapi dalam penerapannya dalam hidup kita seringkali diartikan berbeda.
Pertama-tama, mari kita lihat terlebih dahulu arti dari ke-dua kata itu menurut pengertian kamus besar bahasa Indonesia,

“GENGSI” adalah “kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat”, sedangkan
“HARGA DIRI” adalah “kesadaran akan berapa besar nilai yg diberikan kepada diri sendiri”.
Tapi saya seringkali melihat kejadian-kejadian di mana orang-orang lebih mementingkan Gengsinya dibandingkan hal-hal yang jauh lebih penting, tetapi berani mengorbankan Harga Dirinya hanya untuk hal-hal yang sepele.

Saya beri beberapa contoh yang biasa terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari.

1.Ketika ada dua orang sahabat yang persahabatannya hancur karena masalah sepele. Seringkali terjadi persahabatan hancur karena masing-masing pihak tidak mau mengalah dan mempertahankan Gengsi masing-masing sambil di dalam hati berpikir. Untuk apa saya minta maaf kepada dia? Toh dia yang salah??? Atau salah 1 pihak tidak mau memberi maaf kepada pihak lain dan juga sebaliknya, pihak lain tidak mau menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada pihak lain.
Akhirnya persahabatan yang telah dibina bertahun-tahun retak dan sahabat itu menjadi musuh bahkan pura-pura saling tidak kenal 1 sama lain.

2.Kebanyakan orang-orang jaman sekarang lebih memilih barang-barang bermerk keinginan membeli mobil mahal tanpa memperlihatkan keadaan ekonominya. Banyak orang yang rela membeli baju-baju bermerk, jam tangan bermerk, sepatu bermerk demi mempertahankan Gengsi. Bahkan ada yang rela menjual kehormataya. mengorbankan makan-makanan yang tidak sehat dibandingkan tidak membeli barang-barang bermerk. Seringkali orang-orang memaksakan keinginan mereka yang terlalu berlebihan tanpa memperhatikan segi-segi lain yang lebih penting.

Memang tidak salah untuk membeli barang-barang bermerk, apabila keadaan ekonomi kita mencukupi tanpa perlu memaksakan keadaan yang tidak mendukung. Tetapi pengertian orang jaman sekarang sudah berbalik. Mereka merasa bahwa Dengan saya menggunakan barang-barang bermerk, orang lain pasti akan jauh menghargai saya.

3.Jaman sekarang di kota-kota besar semakin lama semakin bermunculan para pengemis mulai dari anak kecil, anak muda dan juga orang dewasa. Mereka bahkan meminta-minta bukan karena mereka tidak mampu, tetapi telah menjadi kebiasaan dan bahkan sudah menjadi pekerjaan mereka untuk menjadi pengemis. Jelas sekali dalam kejadian ini, orang-orang itu rela mengorbankan Harga Diri mereka tanpa memandang ke dalam diri mereka bahwa mereka mampu untuk bisa menghasilkan penghasilan sendiri dengan kemampuan mereka.
Kalau melihat dari ke-tiga contoh di atas, hal yang negative berubah pandangannya menjadi positive. Tetapi ada juga contoh-contoh yang seharusnya positive berubah pandangannya menjadi negative.

4.Pernahkah kalian mengalami kejadian di dalam suatu organisasi, ketika kita diminta tolong oleh anggota organisasi lain untuk meminta bantuan dana kepada orang lain demi kelangsungan kegiatan yang akan diselenggarakan? Biasanya kebanyakan orang langsung menolak pekerjaan itu dengan menjawab, Ah.. ga mau ah.. gengsi dunk saya buat minta-minta gitu
Dari jawaban itu, seringkali pikiran kita terkecoh akan hal bahwa dengan kita meminta tolong orang lain untuk mendanai kegiatan kita, kita berpikir bahwa diri kita sama dengan pengemis.
Pikiran itu haruslah kita buang jauh-jauh Mengapa???

Coba kita bayangkan apabila kita lebih memilih gengsi kita tanpa melihat kepentingan orang banyak, pasti acara itu tidak bisa berlangsung dengan lancar dan juga kita gagal sebagai anggota organisasi.
Tetapi apabila kita mengganti pikiran kita dengan berpikir bahwa Kesuksesan kegiatan juga merupakan kesuksesan saya. Dengan kesuksesan itu, secara tidak langsung harga diri kita juga bisa lebih meningkat tidak hanya di mata diri sendiri, tetapi juga di mata orang lain.
Dengan keempat contoh di atas bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya harga diri seseorang akan lebih bernilai di mata orang lain, apabila diri kita pribadi bisa menghargai diri kita sendiri dengan memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kita. Bukan semata karena untuk dihargai orang lain, kita melupakan aspek-aspek yang jauh lebih penting.

Untuk apa banyak harta, tetapi keluarga hancur dan kesehatan tidak baik? Untuk apa kita punya mobil membeli banyak barang yang mahal-mahal hanya untuk dilihat orang bahwa kita kaya, tetapi diri sendiri berkesusahan?
Masalah Gengsi dan Harga Diri ini bisa kita atasi dengan :

1.Menerapkan aspek-aspek positif dalam kehidupan kita.
2.Menjalankan hidup kita dengan wajar tanpa memaksakan sesuatu yang masih kita belum bisa capai.
3.Bisa mengoptimalkan kemampuan yang ada di dalam diri kita tanpa pantang menyerah.

Jadi, dengan kita bisa meningkatkan harga diri kita, otomatis gengsi kita di mata orang lain juga turut meningkat.

Harta Tahta Dan Wanita

Friday, May 9, 2014

GUBHUG REYOTT™ | HARTA, TAHTA DAN WANITA, Terkait dengan uang, seringkali  rasionalitas  tidak berjalan normal. Sekalipun cerdas, berpendidikan tinggi,  bahkan sudah menjadi pejabat sekalipun, pikirannya tidak dijadikan pertimbangan dari resiko untuk mendapatkan uang.

Kasus-kasus perebutan harta warisan, jabatan,  pekerjaan, upah,gengsi, termasuk melakukan korupsi  dan seterusnya  terjadi hanya untuk mendapatkan  bagian uang. Akhirnya, harga dirinya diposisikan lebih rendah dari uang.   Mungkin  sesekali  orang akan mengatakan bahwa harga diri  lebih penting dari uang. Akan tetapi dalam praktek kehidupan sehari-hari, uang ternyata lebih dikedepankan.

Ramainya perbincangan tentang  korupsi akhir-akhir ini sebenarnta hanyalah  terkait dengan uang, harta, atau kekayaan. Demi uang orang melakukan apa saja, sekalipun  beresiko  masuk penjara.mara bahaya bahkan penyakit ganas sedang mengintainya, Pelakunya juga bukan orang sembarangan.

Orang berpendidikan tinggi,orang ganteng,wanita cantik, sudah kaya raya, dan bahkan juga dikenal sebagai orang yang memahami agama, ternyata  masih dikalahkan oleh kecintaannya terhadap uang. Mereka korupsi, dan menjual diri, Bagi sementara orang, uang ternyata benar-benar lebih dipentingkan dari harga diri.

Islam  mengingatkan bahwa harta kekayaan itu penting. Akan tetapi harga diri jauh lebih penting dari sekedar uang. Tuhan memuliakan anak adam, maka artinya memuliakan harkat dan martabat manusia.

Baca yang di bawah ini,
Lela semakin malas melihat televisi dan membaca koran. Ia merasa berita yang dimuat semakin aneh. Apalagi tentang koruptor yang membagi-bagikan uangnya kepada teman-teman wanitanya. Benar atau tidak, yang jelas semua itu sudah membuat publik terpana. Sudah sekejam inikah dunia?
     Lela selalu ingat nasihat orang tuanya kepada kakak lelaki dan dirinya,”Ingatlah Nak, harta,tahta dan wanita adalah godaan terberat manusia di dunia. Sesukses apapun kalian, jangan sampai terpengaruh ya. Dan kalau menjadi istri jangan goda suamimu dengan permintaan yang di luar kemampuannya. Itu nanti bisa menjadi sumber malapetaka.”
     Sekarang Lela baru mengerti nasihat itu benar. Ia dulu hanya menganggap remeh nasihat mereka. Pikirnya, masa sih sampai segitunya. Hanya demi harta, tahta dan wanita seorang lelaki bisa berbuat nekad untuk mendapatkannya. Untuk mendapatkan keinginannya seorang wanitapun rela melakukan apa saja.

HARTA
 Harta memang sarana untuk mendapatkan apa saja. Membeli makan, baju, rumah, mobil dan keperluan lainnya tidak bisa diwujudkan tanpa uang. Demi uang, manusia rela menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja. Itu wajar karena bekerja keras untuk mendapatkan uang. Nah, yang menyusahkan orang lain adalah mereka yang inginnya punya uang banyak dan berfoya-foya setiap hari tapi tidak mau bekerja. Mereka rela melakukan apa saja untuk mendapatkan harta. Mereka bisa menipu, mencuri dan mengorbankan harga dirinya.
     Harta sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang mapan, jangan karena itu kita menghalalkan segala cara. Harta yang diperoleh dengan jalan yang halal akan membawa manusia kepada kehidupan yang damai, sebaliknya harta yang didapatkan dengan cara yang tidak benar, merugikan dan menyakiti orang lain akan membawa malapetaka pula. Harta adalah titipan Tuhan maka pergunakanlah sebaik-baiknya untuk dirimu dan orang lain yang membutuhkan.

TAHTA
     Tahta atau jabatan adalah salah satu yang diperebutkan manusia. Dengan jabatan yang tinggi manusia merasa lebih terhormat dari yang lain. Sama dengan harta, untuk meraihnya manusia bekerja keras. Sah-sah saja kalau caranya benar. Untuk mendapatkan sebuah jabatan tidak mudah. Persaingan yang sengit harus dimenangkan untuk mendapatkannya. Akhirnya banyak yang mencari jalan pintas melalui dukun dan cara-cara yang tidak benar.
     Orang serakah akan berpikir, dengan jabatan yang tinggi akan memudahkannya memperoleh segalanya. Dihormati banyak orang, proyek bernilai triliunan rupiah, mobil mewah, dan rumah megah akan mudah didapat. Jangan lupa, wanita cantik manapun akan takluk karenanya. Tapi jangan lupa pula, semua harus didapat dengan cara yang benar karena memperoleh jabatan dengan cara yang curang akan membawa kehancuran. Bila memperoleh jabatan yang tinggi sudah selayaknya gunakan jabatan itu untuk sebaik-baiknya kepentingan rakyat.

WANITA
     Setelah harta dan tahta dalam genggaman, target selanjutnya adalah wanita. Itu manusiawi, lelaki mana sih yang tidak tertarik oleh kecantikan wanita? Mereka berpikir, wanita mana saja akan mereka dapatkan dengan harta dan jabatan. Wanita yang gila harta dan jabatan pasti dengan senang hati memenuhi keinginan mereka dengan syarat tertentu, apalagi kalau bukan harta.
     Seorang istripun bisa membuat suaminya menjadi seorang koruptor. Permintaan-permintaan istri yang di luar batas kemampuan suami membuat suami harus memenuhi keinginannya karena ingin dinilai sebagai suami yang baik. Akhirnya ia bisa melakukan tindakan tidak benar. Apa hasilnya? Kesenangan materi dapat memanjakannya  tapi hanya sebentar. Kesedihanannya akan terkenang sepanjang masa. Siapa yang mau masuk penjara karena wanita? Pasti tidak ada yang mau! Masing-masing harus bisa mengendalikan diri.

     Harta, tahta,dan wanita adalah satu kesatuan yang sangat menggoda iman. Ketiganya dapat membahagiakan dan membutakan manusia. Semua tergantung pilihan kita. Berhati-hatilah karenanya. Dapatkanlah semua dengan cara yang benar dan bukan karena nafsu semata. Harta yang halal dapat mengantarkan kita menjadi manusia yang mulia. Jabatan yang didapat dan dijalankan dengan cara yang benarpun dapat menjadikan kita menjadi manusia yang terhormat dimata manusia dan Tuhan. Menjadi lelaki dan wanita yang baikpun dapat menempatkan derajat manusia di tahtanya yang tepat.

iklan banner iklan banner iklan banner iklan banner
 
Editing Template By: JokoRowo TlogoRejo Original template By: Creating Website
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. GUBHUG REYOTT™- All Rights Reserved