Jagalah Auratmu Dari Maut

Saturday, May 17, 2014

GUBHUG REYOTT™ | Suatu kali, seorang akhwat dengan senyum tak enak berkata, “Mo gimana lagi, ane sebelum pake jilbab udah tinggal sama ipar. Jadi nggak enak aja kalo sekarang dengan dia pake tutupan segala.”

Yang mendengar tentu langsung lemas. Masa’ ketika di luar, dari atas sampai bawah tertutup, giliran di rumah dibuka begitu saja.

Kejadian di atas adalah fakta yang penulis temui sekitar satu tahun lalu—mudah-mudahan akhwat tersebut kini berubah pikiran—dan kenangan itu kembali lagi setelah seorang siswi SMA menanyakan status iparnya pada penulis. Sebelumnya, seseorang juga pernah berkata, saudara ipar adalah mahram karena ikatan perkawinan. Hm, siapa bilang?

“Hindarilah berkhalwat (berduaan) dengan kaum wanita!” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan saudara ipar?” Rasulullah menjawab, “Berkhalwat dengan saudara ipar itu adalah maut!” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Rasulullah saw menyebut kata ‘maut’ karena besarnya bahaya yang ditimbulkan dari tindakan berduaan (khalwat). Saudara ipar, dalam kehidupan sehari-hari, memang lebih terkesan seperti keluarga. Statusnya di masyarakat tak beda dengan sepupu yang menurut sebagian orang adalah mahram. Padahal, ipar maupun sepupu (yang berlainan jenis), tanpa sebab tertentu tidak termasuk deretan mahram yang Allah sebutkan dalam al-Quran.

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa [4]: 23).

Juga tidak termasuk golongan orang-orang yang dibolehkan melihat aurat seorang perempuan.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur [24]: 31).

Para ulama mengklasifikasikan mahram berdasarkan sebabnya menjadi 3 golongan (laki-laki sebagai subjek):

1: Mahram karena nasab
Ibu kandung, nenek, buyut, dst.
Anak perempuan, cucu, dst.
Saudara kandung.
‘Ammat/bibi (saudara wanita ayah).
Khaalaat/bibi (saudara wanita ibu).
Banatul akh/anak perempuan dari saudara laki-laki.
Banatul ukht/anak perempuan dari saudara perempuan.

2: Mahram karena mushaharah (besanan)
Ibu dari istri (mertua).
Anak perempuan dari istri (anak tiri).
Istri dari anak laki-laki (menantu).
Istri dari ayah (ibu tiri).

3: Mahram karena penyusuan
Ibu yang menyusui.
Ibu dari wanita yang menyusui.
Ibu dari suami yang istrinya menyusuinya.
Anak perempuan dari ibu yang menyusui (saudara sepersusuan).
Saudara perempuan dari suami perempuan yang menyusui.
Saudara perempuan dari ibu yang menyusui.

Selain dari hal-hal yang disebutkan di atas, ada pula mahram yang semata-mata diharamkan menikahinya saja, tapi tidak membuat seorang laki-laki dibolehkan melihat aurat, bepergian berdua, atau berkhalwat dengannya. Mereka adalah: istri orang lain, saudara ipar, perempuan dalam masa iddah (baik dicerai suaminya maupun yang ditinggal wafat), istri yang telah ditalak tiga, istri yang telah dili’an (dicerai dengan cara dilaknat), perempuan dalam keadaan ihram, perempuan budak (padahal mampu menikahi yang merdeka), perempuan pezina, perempuan musyrik, dan perempuan non-Muslim yang bukan kitabiyah.
Sebagai Muslimah dengan al-Quran dan sunnah sebagai pedoman, maka wajib bagi kita menaati aturan di dalam kedua peninggalan Rasul tersebut. Jangan menjadikan pandangan manusia sebagai tolok ukur untuk menjaga aurat. Mereka yang belum paham, sebaiknya diberitahu, bukan dimaklumi dengan melonggarkan syariat yang sudah ditentukan Allah. Karena tidak ada kepatuhan pada siapa pun dalam bermaksiat!.

Wanita Teladan Sepanjang Masa

GUBHUG REYOTT™ | Dulu sering sekali mempertanyakan hal ini, jika seorang laki-laki mempunyai sosok Nabi Muhammad sebagai teladan utama, lalu bagaimana dengan kaum wanita? Siapa teladan terbaik bagi mereka? Karena menurut saya, tidak mungkin bagi seorang wanita, apalagi dalam Islam, untuk di ombang-ambing tidak jelas, termasuk di dalamnya perihal keteladanan.

Dan akhirnya, saya menemukan jawabannya, sebuah jawaban yang diberikan oleh ia yang ucapannya selalu mengandung hikmah dan pembelajaran.

“Yang sempurna dari kaum lelaki sangatlah banyak, tetapi yang sempurna dari kaum wanita hanyalah Maryam binti Imran, Asiyah binti muzahim, Khadijah binti khuwailid dan Fatimah binti Muhammad. Sedangkan keutamaan Aisyah atas seluruh wanita adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang diremukkan dan direndam dalam kuah) atas segala makanan yang ada.” (HR Bukhari)

“Cukuplah wanita-wanita ini sebagai panutan kalian. Yaitu Maryam binti Imran, Khadijah binti khuwailid, Fatimah binti Muhammad dan Asiyah binti muzahim, istri fir’aun.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

“Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah Khadijah binti khuwailid, Fatimah binti Muhammad dan Asiyah istri fir’aun.” (HR Ahmad)

Tetapi, nama-nama tersebut hanya akan menjadi nama saja, jika kita tidak mengetahui kisah hidup, bara api semangat perjuangan serta pancaran cahaya keimanan yang bersemburat indah dari mereka.
Sudah sewajarnya, kita sebagai umat Islam, tahu tentang kisah mereka, para wanita terbaik dunia dan akhirat, terutama kaum hawa. Bacalah biografi mereka dan dapatkan hikmah terbaik dari mereka. Apa yang akan disampaikan di sini hanya sebagian kecil saja. Namun, mudah-mudahan memberikan hikmah bagi kita semua.

Asiyah Binti Muzahim
Sebuah keniscayaan, bagi mereka yang Allah muliakan di dunia dan akhirat untuk mengalami ujian yang berat untuk menentukan kadar kualitas mereka. Tentulah kita sudah familiar akan siksaan dahsyat yang dialami Asiyah binti Muzahim, sampai ia harus meregang nyawa di bawah salib dan terik panas matahari, setelah sebelumnya disiksa dengan siksaan yang berat. Sampai-sampai Allah membocorkan sedikit rahasia-Nya dengan menampakkan istana surga pada Asiyah. Benar-benar sebuah pembelajaran iman bagi kita. Inilah konsekuensi terberat dari makna keimanan.

“Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mudalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS. Attahrim: 11)
Dari Asiyah pula kita belajar akan fitrah indah dari seorang wanita, ketika Allah menganugerahkan kasih sayang kepadanya saat Musa kecil dihanyutkan d sungai Nil. Refleks saja baginya untuk meminta kepada firaun untuk mengasuh Musa kecil. Dan Fir’aun pun, seperti kebanyakan laki-laki lainnya, kadang tak kuasa jika berhadapan dengan keinginan wanita. Fitrah yang sering kita lihat, dari ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, serta kaum wanita lainnya, mudah sekali bagi mereka untuk menampakkan kasih sayangnya, terutama pada anak kecil. Lihat betapa luwesnya mereka. Bandingkan dengan kaum ayah yang untuk menggendong saja banyak yang kaku.

“Dan berkatalah istri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.: (QS. Al-qoshos: 9)

Dari Asiyah pula kita belajar tentang arti kesabaran. Kita bisa membayangkan jika mempunyai pasangan seperti fir’aun dengan sifatnya yang congkak, bahkan mengaku sebagai Tuhan. Pastinya harus luar biasa sabar menghadapi orang seperti ini.

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-qoshos: 4)

Asiyah juga menggambarkan dengan jelas, jika keimanan sudah terpatri kuat dalam hati, lingkungan yang luar biasa penuh dengan nuansa kemusyrikan dan kekufuran tidak menggoyahkan keimanannya sedikit pun. Apalagi mereka yang mendapati dalam hidupnya nuansa penuh dengan keimanan, harus benar-benar bersyukur.
Dan mungkin, inilah bagian yang sedikit sulit untuk saya kemukakan, seperti yang telah saya sebutkan, Asiyah lebih memilih kematian daripada menggadaikan keimanannya. Bayangkan, pengorbanan yang telah ia lakukan, semua fasilitas terbaik sebagai seorang permaisuri, semua materi yang ada dan semua kenikmatan dunia terbaik yang telah menyatu dalam kehidupannya. Semuanya dia korbankan. Entah bisa kita bandingkan dengan wanita zaman sekarang atau tidak, katanya realistis padahal aslinya materialistis, menuntut berlebihan pada ayah atau suaminya. Kita benar-benar banyak mendapatkan hikmah dan pembelajaran dari kehidupanmu, wahai permaisuri Mesir yang dirahmati Allah.

Maryam Binti Imran
Dan inilah wanita kedua, seorang wanita yang namanya paling masyhur di dunia dan akhirat. Jika kita coba hitung, lebih dari 3/5 penduduk dunia saat ini, umat Islam dan nasrani, tahu namanya. Namanya begitu harum, sampai-sampai menjadi nama seorang wanita yang paling banyak disebut dalam Al-Qur’an, bersanding dengan nama ayahnya yang mulia pula. Dialah Maryam binti Imran, namanya terabadikan dalam Al-Qur’an surat ke-19, sedangkan nama ayahnya pada surat ke-3. Sebuah penghargaan yang luar biasa yang Allah berikan.

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (QS. Al-Imran: 42)

Hikmah pertama yang bisa kita ambil adalah bagaimana ‘gen’ orang tua berpengaruh langsung kepada anaknya. Imran dan Hanna sebagai orang tua dari Maryam adalah orang yang terkenal akan kesalehan dan track record kebaikannya. Wajar jika kemudian Maryam menjadi sosok yang banyak diinginkan oleh kaumnya ketika ia dilahirkan. Bukankah hak pertama seorang anak adalah dilahirkan dari seorang wanita yang shalih??

“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”.” (QS. Maryam: 28)

Kedua, lingkungan tumbuh kembang seorang Maryam kecil sangat kondusif. Kita semua tahu, Maryam akhirnya diasuh oleh nabi Zakariya setelah masyarakat luas berlomba untuk mengasuhnya. Maryam kemudian ditempatkan khusus di mihrab Baitul Maqdis. Sebuah lingkungan yang begitu bagus dan istimewa (di asuh oleh nabi) untuk menjadikannya seorang wanita yang super shalihah dan super dekat dengan Allah. Bahkan, disebutkan bahwa Maryam adalah sosok wanita yang tidak pernah meninggalkan qiyamulail dan memiliki waktu puasa yang khusus, yaitu 2 hari berpuasa dan 1 hari berbuka.

“Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Imran: 43)

Dalam buku 4 wanita terbaik dunia dan akhirat karya Ali Awudh Uwaidhoh disebutkan bahwa Maryam mengandung Nabi Isa AS pada usia 13 tahun. Ini menandakan kedewasaan yang terbentuk pada jiwa dan diri Maryam, sehingga Allah kemudian mengujinya dengan kehamilan tanpa ayah dan menjadikannya seorang ibu bagi nabi yang mulia.

“Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrim: 12)

Tibalah bagi Maryam dan anaknya untuk hijrah ke negeri Mesir dikarenakan keamanan yang memburuk di negeri para nabi, 12 tahun lamanya dia menetap di Mesir, perjuangan membesarkan nabi Isa AS dilakukannya dengan penuh kesabaran, jangan dikira Maryam hanya santai-santai saja di sana, perjuangannya untuk memberikan makan anaknya dilakukan sendiri dengan menjadi buruh tani gandum, sekali lagi, semua ini dilakukan oleh seorang Maryam, wanita terbaik dunia akhirat. Coba kita bayangkan perjuangannya, perjalanan jauh dari Palestina ke Mesir, panas terik di ladang sambil membesarkan nabi Isa as. Dan, kita tahu bersama hasil didikan Maryam, seorang nabi yang terkenal karena kesantunan dan kasih sayangnya. Sampai akhir hayatnya, Maryam selalu setia mendampingi putranya dalam menyebarkan agama tauhid di masyarakat. Benar-benar menjadi teladan sejati wanita seantero dunia.

Khadijah Binti Khuwailid
Inilah sosok wanita yang tak kalah supernya, beliau merupakan istri al amin, Muhammad. Butuh keberanian yang tinggi untuk ‘nembak duluan’ bagi seorang wanita, Khadijah yang memang melihat keistimewaan dan budi pekerti yang luhur dari Muhammad, tentu tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bersanding dengan sosok seperti Muhammad. Dan tentu saja, apa yang dilakukannya membutuhkan mental baja, terlebih dengan backgroundnya sebagai janda. Tapi apakah perbuatannya itu membuat dirinya menjadi hina? Tidak sama sekali.

Gambaran sosok Khadijah sebenarnya cukup simpel, Khadijah adalah teladan sejati para istri dalam rangka ketaatannya pada suami. Khadijah adalah wanita pertama yang mengakui kenabian suaminya, karena memang dia yang paling paham karakter dan sifat dari suaminya.

“Demi Allah, sesungguhnya Allah selamanya tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Allah sungguh engkau telah menyambung tali silaturahim, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa mandiri, engkau menolong orang miskin, memuliakan (menjamu) tamu, dan menolong orang-orang yang terkena musibah” (HR Al-Bukhari I/4 no 3 dan Muslim I/139 no 160)

Dan kita semua tahu bagaimana support terbaik diberikan Khadijah kepada baginda rasul, dengan konsekuensi yang tidak murah dan mudah. Hampir semua harta yang ia dan Nabi Muhammad miliki, digunakan untuk pergerakan dakwah Islam. Ia rela membersamai Rasulullah selama 3 tahun dalam embargo ekonomi dan sosial yang dilakukan kaum kafir Quraisy, coba sejenak kita bayangkan kondisi embargo yang membuat Bani Hasyim harus makan rumput kasar padang pasir. Dan Ia, tetap setia, sekali lagi, ia tetap setia kawan.
“Dia (Khadijah) beriman kepadaku di saat orang-orang mengingkari. Ia membenarkanku di saat orang mendustakan. Dan ia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tiada mau”. (HR. Ahmad)
Wajar jika baginda rasul sendiri tidak bisa menduakan Khadijah selama ia hidup, padahal Rasul mampu melakukan itu. Bahkan setelah Khadijah wafat pun butuh waktu lebih dari 1 tahun bagi baginda rasul sampai kemudian menikah lagi. Memang ada seorang laki-laki yang mampu menyakiti hati dan melupakan sosok seperti Khadijah? Penulis rasa tidak ada.

Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Belum pernah aku cemburu kepada istri-istri nabi lainnya kecuali kepada Khadijah, padahal aku belum pernah bertemu dengannya.” Ia melanjutkan setiap kali Rasulullah menyembelih seekor kambing beliau berkata ”Kirimlah daging ini kepada teman-teman Khadijah!” Pada suatu hari aku membuat beliau marah. Aku berkata:”Khadijah?”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata:”Sesungguhnya aku telah dianugerahi rasa cinta kepadanya.” (HR. Muslim)

Jangan tanya tentang kemandirian yang ada pada diri Khadijah. Dialah salah satu saudagar Mekah yang sukses, sebuah pelajaran penting bagi kaum hawa untuk menjadi pribadi yang mandiri dan profesional. Rumah tangga yang di bangun bersama Muhammad pun termasuk rumah tangga yang santun dan dewasa karena dalam keberjalanannya tidak pernah sekalipun mereka beradu kata-kata kasar, apalagi hujatan. Bahkan Khadijah tidak pernah ‘manyun’ di hadapan Muhammad, pun setelah ia diangkat menjadi Rasul. Khadijah benar-benar menjadi teladan sejati para istri.
Dan setiap apa yang dilakukannya mendapatkan balasan terbaik dari Rabbnya. Bersabda Rasulullah saw:

“Wahai Khadijah, ini malaikat Jibril telah datang dan menyuruhku untuk menyampaikan salam dari Allah kepada-mu dan memberikan kabar gembira kepadamu dengan rumah yang terbuat dari kayu, tidak ada keributan dan rasa capai di dalamnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Fatimah Binti Muhammad
Dan inilah yang terakhir. Ia merupakan cahaya mata baginda rasul. Jika ingin tahu sifat, karakter, cara bicara bahkan cara berjalan rasul versi perempuan, maka ialah yang paling mirip dengannya. Ia adalah Fatimah binti Muhammad.

“Saya tidak melihat seorang pun yang cara berjalan, tingkah laku, pembicaraan, dan saat berdiri juga duduknya yang sangat mirip dengan Rasulullah selain Fatimah.” (HR Tirmidzi)

Dari ketiga nama sebelumnya, mungkin Fatimah adalah contoh terbaik bagi wanita yang menginjak masa dewasa. Fatimah kecil adalah saksi pembangkangan kafir Quraisy terhadap apa yang dibawa oleh ayahnya. Ialah yang kemudian membersihkan pakaian rasul, saat kotoran ditimpakan padanya. Ia pula yang kemudian dengan lantang berorasi di depan kaum kafir yang menyakiti baginda rasul. Sungguh wanita yang sangat pemberani. Setidaknya ‘kecerewetan’ seorang wanita di tempatkan proporsional olehnya.
Fatimah juga mendapatkan tempa ujian yang dahsyat. Dari kecil, dia membersamai orang tuanya dalam embargo, membuatnya kehilangan masa kecil yang seharusnya nyaman dan mengasyikkan. Saat usianya belasan, ia harus rela untuk ditinggalkan sang ibu dan saudari-saudarinya yang lain satu per satu. Bayangkan betapa beratnya ditinggal ibu dan saudari-saudari tercinta dalam kurun waktu yang tidak telalu lama. Namun, bukan Fatimah namanya jika tidak tegar menghadapi ujian. Bahkan kemudian ia yang mengurusi setiap kebutuhan dari ayahandanya. Benar-benar contoh bakti yang luar biasa, itulah sebabnya ia terkenal dengan sebutan Ummu Abiha (anak yang menjadi seperti ibu bagi ayahnya).

Dan tentu saja, tak lengkap jika membicarakan Fatimah, namun tidak membicarakan kisahnya bersama suaminya, Ali bin abi Thalib. Kisah cinta mereka berdua memang menjadi teladan bagi muda-mudi dalam mengontrol setiap apa yang berkecamuk dalam hatinya. Rasa yang ada di hati Fatimah, tersimpan sangat rapi. Kata cinta, terucapkan hanya ketika ia yang telah mengusik hatinya, Ali bin Abi Thalib, telah menjadi penyempurna separuh agamanya. Hal yang sangat langka untuk kurun waktu sekarang.
Dari kehidupan Fatimah, kita juga mungkin banyak belajar tentang makna kesederhanaan dan penerimaan. Kita tentu paham dengan kehidupan keluarganya yang pas-pasan, menuntutnya untuk lebih banyak berkorban dan bekerja dengan tangannya sendiri. Kehidupan awal-awal rumah tangga untuk pasangan muda. Padahal dia adalah putri kesayangan Rasul, manusia termulia. Coba sedikit kita renungkan nasihat nabi sekaligus ayah kepada putri kesayangannya ini.

“Kalau Allah menghendaki wahai Fatimah, tentu lumpang itu akan menggilingkan gandum untukmu. Akan tetapi Allah menghendaki agar ditulis beberapa kebaikan untukmu, menghapuskan keburukan-keburukan serta hendak mengangkat derajatmu

Wahai Fatimah, barangsiapa perempuan yang menumbukkan (gandum) untuk suami dan anak-anaknya, pasti Allah akan menuliskan untuknya setiap satu biji, satu kebaikan serta menghapuskan darinya setiap satu biji satu keburukan. Dan bahkan Allah akan mengangkat derajatnya.

Wahai Fatimah, barang siapa perempuan berkeringat manakala menumbuk (gandum) untuk suaminya. Tentu Allah akan menjadikan antara dia dan neraka tujuh khonadiq (lubang yang panjang).

Wahai Fatimah, manakala seorang perempuan mau meminyaki kemudian menyisir anak-anaknya serta memandikan mereka, maka Allah akan menuliskan pahala untuknya dari memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Wahai Fatimah, bilamana seorang perempuan menghalangi (tidak mau membantu) hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya minum dari telaga “Kautsar” kelak di hari Kiamat.

Wahai Fatimah, lebih utama dari itu adalah kerelaan suami terhadap istrinya. Kalau saja suamimu tidak rela terhadap engkau, maka aku tidak mau berdo’a untukmu. Apakah engkau belum mengerti wahai Fatimah, sesungguhnya kerelaan suami adalah perlambang kerelaan Allah sedang kemarahannya pertanda kemurkaan-Nya.

Wahai Fatimah, manakala seorang perempuan mengandung janin dalam perutnya, maka sesungguhnya malaikat-malaikat telah memohonkan ampun untuknya, dan Allah menuliskan untuknya setiap hari seribu kebaikan serta menghapuskan darinya seribu keburukan. Manakala dia menyambutnya dengan senyum, maka Allah akan menuliskan untuknya pahala para pejuang. Dan ketika dia telah melahirkan kandungannya, maka berarti dia ke luar dari dosanya bagaikan di hari dia lahir dari perut ibunya.

Wahai Fatimah, manakala seorang perempuan berbakti kepada suaminya dengan niat yang tulus murni, maka dia telah keluar dari dosa-dosanya bagaikan di hari ketika dia lahir dari perut ibunya, tidak akan keluar dari dunia dengan membawa dosa, serta dia dapati kuburnya sebagai taman di antara taman-taman surga. Bahkan dia hendak diberi pahala seribu orang haji dan seribu orang umrah dan seribu malaikat memohonkan ampun untuknya sampai hari kiamat. Dan barangsiapa orang perempuan berbakti kepada suaminya sehari semalam dengan hati lega dan penuh ikhlas serta niat lurus, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan kepadanya pakaian hijau (dari surga) kelak di hari Kiamat, serta menuliskan untuknya setiap sehelai rambut pada badannya seribu kebaikan, dan Allah akan memberinya (pahala) seratus haji dan umrah.

Wahai Fatimah, manakala seorang perempuan bermuka manis di depan suaminya, tentu Allah akan memandanginya dengan pandangan ‘rahmat’.

Wahai Fatimah, bilamana seorang perempuan menyelimuti suaminya dengan hati yang lega, maka ada Pemanggil dari langit memanggilnya “mohonlah agar diterima amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang belum lewat”.

Wahai Fatimah, setiap perempuan yang mau meminyaki rambut dan jenggot suaminya, mencukur kumis dan memotongi kukunya, maka Allah akan meminuminya dari ‘rahiqil makhtum dan sungai surga, memudahkannya ketika mengalami sakaratil maut, juga dia hendak mendapati kuburnya bagaikan taman dari pertamanan surga, serta Allah menulisnya bebas dari neraka serta lulus melewati shirat”

Namun, kita tentu bisa lihat, hasil dari apa yang ia lakukan, dari setiap ujian dan dari setiap pengorbanan yang dilakukannya. Allah mengangkat derajatnya dunia akhirat dan melahirkan dari rahimnya anak-anak yang menjadi penerus keturunan Rasulullah. Walaupun, hidupnya tidak lebih dari 30 tahun, namun inspirasi yang diberikan Fatimah sewajarnya terus hidup bagi wanita-wanita mukmin setelahnya. Termasuk generasi kita sekarang.

Demikian saudara-saudariku sedikit kisah wanita terbaik dunia akhirat. Dari kisah di atas, kita bisa mengambil banyak sekali persamaan yang ada pada mereka. Ujian yang mereka dapat tentu saja bukan ujian yang remeh remeh, tapi sebanding dengan julukan yang kemudian ada pada mereka, wanita terbaik dunia dan akhirat. Jadi, jangan khawatir bagi mereka yang mendapatkan ujian yang berat, barangkali Allah tengah mengupgrade diri kita, sehingga menjadi pribadi yang lebih berharga di sisi-Nya.

Mereka juga terkenal dengan wanita mutakamil atau wanita yang sempurna. Baik dari sisi lahiriah maupun ruhiyah. Mereka terkenal dengan sebutan jamilatul jamil (cantik dari yang tercantik), itu dari sisi lahir sedangkan dari sisi ruhiyah, mereka terkenal dengan sebutan albatul atau atthohiroh yang berarti suci.
Dari keempat nama tersebut, kita juga bisa melihat karakter atau sifat luar biasa yang seharusnya melekat pada seorang ibu. Asiyah dengan Musa, walau ia hanya anak angkatnya. Maryam dengan Isa. Khadijah dengan anak-anaknya yang cukup banyak, serta Fatimah dengan para pemuda penghulu surganya. Kasih sayang mereka, didikan dan teladan mereka pada anak-anaknya, itulah kunci keberhasilan pengasuhan mereka. Ibu memang sosok luar biasa, kita pasti sepakat dengan kalimat ini.

Dari kisah mereka, kaum wanita seharusnya bisa mengambil pelajaran, bahwa dalam Islam tidak membatasi potensi kebaikan dan kebermanfaatan yang mungkin dilakukan oleh seorang wanita. Apakah itu menjadi engineer, dokter, farmasist, scientist, guru, ahli gizi, plantologist, polwan, entrepreneur, penulis dan profesi lainnya. Namun, tentu saja, tidak boleh melupakan potensi kebaikan dan kebermanfaatan terbesar yang Allah berikan kepada kaum wanita, yaitu menjadi istri dan menjadi ibu. Istri yang taat kepada suaminya dan Ibu yang mengandung, melahirkan dan mendidik anaknya dengan didikan rabbani. Suatu hal yang seharusnya diingat oleh mereka yang ramai meneriakkan kesetaraan gender yang ternyata jauh dari nilai-nilai Islam.

Mintalah Pertolongan Allah

Sunday, May 11, 2014

GUBHUG REYOTT™ | Bagaimana Pun Hebatnya Manusia Tetap Memerlukan Pertolongan Allah pertolongan Allah menciptakan manusia dengan segala keterbatasan dan kelemahannya disamping kelebihan dan kekuatannya, inilah mengapa kita memerlukan pertolongan Allah. Kita harus memahami keterbatasan dan kelemahan ini agar kita menyadari akan kelemahan kita dan mampu mengatasi kelemahannya tersebut dan menjadikanya kemuliaan.

Sebagai makkhluk, manusia lemah, manusia diciptakan dengan keterbatasan fisik dan akal. Fisik manusia tidak akan mampu menggerakan alam semesta ini dengan tenaganya, bahkan juga akal manusia dengan berbagai hasil teknologinya. Manusia sangat lemah dihadapan Allah sehingga diperlukan untuk meminta bantuan dan pertolongan Allah SWT.

"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah." (QS.4:28)

Kelemahan manusia lainnya ialah bodoh. Seperti apa yang difirmankan Allah,

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh," (QS.33:72)

Memikul amanat itu memerlukan ilmu dan pengamalan yang konsisten sehingga tidak mengkhianati amanat tersebut. Apabila manusia berilmu dan mampu mengamalkannya dengan istiqamah maka terlepas dari kezaliman dan kebodohan.

Oleh karena keterbatasan-keterbatasan tersebut, manusia meskipun memiliki berbagai kemuliaan, masih memerlukan pertolongan Allah. Sungguh aneh jika ada manusia yang merasa bahwa ada urusan yang tidak memerlukan Allah, dengan kata lain tidak sejalan dengan apa yang digariskan oleh Allah. Padahal manusia itu lemah dan bodoh.

Sebagai makhluk lemah dan bodoh, sudah sewajarnya jika kita selalu meminta pentunjuk kepada Allah dan menjalankan semua petunjuk yang telah ada, yang telah tercantum dalam Al Quran dan dicontohkan oleh Rasul-Nya. Sungguh sombong manusia yang tidak memerlukan petunjuk-Nya atau mereka-rekanya sesuai dengan pikirannya sendiri.

Apakah kamu mengira akan masuk surga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.(QS. Albaqarah: 214)
Agar Mendapatkan Pertolongan Allah
Pertolongan Allah Datang Kepada Orang yang Menolong Agama Allah

Bukan berarti Allah tidak berdaya berharap pertolongan dari manusia, tetapi ini bentuk perintah sekaligus ujian bagi kita apakah kita mau mengikuti perintah Allah. Dan Allah berjanji (yang tidak mungkin ingkar) bahwa akan menolong kita jika kita menolong agama Allah.

Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(QS. Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS.Al Hajj : 40)

Cara menolong agama Allah tiada lain dengan menegakan kalimat Allah di muka bumi, dengan cara berdakwah dan berjihad serta peduli dengan umat-Nya yang sedang dilanda kesulitan seperti saudara kita di Palestina. Ini jelas membantah pendapat yang mengatakan kita tidak usah repot memikirkan negara orang lain, sebab negara kita pun banyak masalah.

Justru dengan menolong negara orang lain, adalah bagian dari menoong agama Allah yang akan mendatangkan pertolongan Allah bagi negeri kita.
Bertakwalah Kepada Allah

Jelas, bagi yang bertakwa pertolongan Allah akan datang berupa jalan keluar dari masalah kita.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.(QS. Ath Thalaq:2)

Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.(QS. Ath Thalaq:4)
Shabar dan Shalat

Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. (QS. Al Baqarah : 153)

Sejauh mana sabar kita? Apakah kita masih mengeluh? Apakah kita masih mengatakan sabar itu ada batasnya? Jika pertolongan Allah tidak kunjung tiba, mungkin kita perlu memeriksa tingkat kesabaran kita. Sejauh mana kita tetap teguh dalam kebenaran?

Begitu juga, jika pertolongan Allag terasa jauh, bagaimana dengan shalat kita? Apakah kita hanya melakukan shalat tanpa benar-benar mendirikan shalat dalam segenap kehidupan kita. Apakah kita merasa shalat sebagai penggangu aktivitas? Apakah shalat hanya sebagai pelengkap hidup?

Sejauh mana kita mengetahui cara shalat yang benar atau hanya ikut-ikutan saja? Sejauh mana hati kita ada saat kita melakukan shalat?

Jangan dulu mengeluh karena pertolongan Allah tidak juga menhampiri kita, mungkin sabar dan shalat kita yang masih perlu benahi.
Sudahkah Kita Melepaskan Kesulitan Orang lain?

Yakinlah Rencana Allah Itu Lebih Baik – Optimalkan Saja

GUBHUG REYOTT™ | Saat Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Keinginan,Rencana Allah Kadang, kita mendapatkan kondisi atau kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Maksud hati ingin mendapatkan A, kita malah mendapatkan B padahal hal ini tidak kita inginkan. Lalu kebanyakan orang mengeluh. Padahal, kita sudah membaca ayat Al Quran yang cukup populer ini.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216)
Benar Sich Tapi Sulit...

Namanya juga sesuatu yang kita benci, pasti sulit. Namun akan lebih sulit jika Anda tidak bisa menerimanya. Saat Anda tidak bisa menerima kenyataan itu, hati Anda sakit, perasaan Anda akan sulit, dan itu akan terjadi terus-menerus. Namun, jika Anda mau menerima kesulitan menerima kenyataan tersebut dengan ikhlas dan shabar, maka kemudahan akan Anda dapatkan setelahnya.
Manfaat Menerima Rencana Allah

Saat Anda mampu menghadapi kenyataan yang pahit dengan shabar dan ikhlas akan ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan:

    Pahala atas keshabaran dan keikhlasan tersebut. Betulkan?
    Peningkatan kualitas diri karena Anda sudah terlatih menghadapi yang sulit. Anda lebih shabar, lebih tangguh, dan lebih berani menghadapi kenyataan hidup.
    Dan kita akan memiliki peluang mendapatkan yang lebih baik dimasa mendatang.

Coba jika tidak menerima, apa yang kita dapatkan? Hanya mata bengkak karena terus menangisinya? Atau mendapat kata-kata penghibur dari teman? Atau hanya dikasihani orang lain? Belum lagi, waktu habis sia-sia, sementara bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan kebaikan diwaktu mendatang. Rugi dua kali saat kita tidak bisa menerimanya.
Bagaimana Agar Kita Mampu Menerima Rencana Allah Meski Pahit?

Banyak orang yang hanya berkata sulit. Memang sulit, so what gitu lho? Saat Anda harus pergi ke kantor atau kuliah, naik motor atau kendaraan lainnya, resiko selalu ada di jalan. Tapi tetap saja Anda harus berangkat, meski capek dan meski menghadapi resiko. Sama halnya saat kita menghadapi kondisi yang tidak kita inginkan, memang sulit untuk menerimanya, tetapi tidak ada cara lain jika Anda ingin mendapatkan kebaikannya.
Cara Jangka Panjang: Meningkatkan Keimanan

Jika Anda masih merasa begitu sulit menerima ketentuan Allah, padahal kita sudah mengetahui apa yang dikatakan Allah melalui ayat diatas. Itu tandanya iman kita masih perlu terus ditingkatkan lagi. Semakin tinggi iman kita, insya Allah kita akan semakin kuat menerima kondisi hidup sepahit apa pun.

Jika Anda terus mengatakan sulit-sulit-sulit dan sulit, maka periksalah keimanan Anda. Temui guru-guru mintalah nasihat, baca al Quran, Dzikr, Shalat Malam, Shaum sunah, dan berbagai amalan-amalan lainnya. Sebab, setiap amalan akan memberikan tambahan kekuatan iman kepada kita. Juga, bergaulah dengan orang-orang shaleh, yang selalu memberi contoh dan nasihat kebaikan.

Bukan hanya bersikap cengeng, mengatakan sulit terus, curhat kesana kemari tetapi melupakan curhat kepada Allah, dan berharap belas kasihan dari manusia, tetapi tidak berharap dari Allah. Periksalah sikap kita selama ini.
Alihkan Fokus Anda

Seringkali, kita akan merasa sakit terus saat kita terus memikirkannya. Masalahnya, yang kita fikirkan adalah rasa sakit dan hal yang tidak kita senangi. Maka rasa sakit akan semakin kuat. Alihkan fokus Anda, daripada memikirkan rasa sakit dan hal-hal yang tidak menyenangkan, kenapa tidak fokus pada:

    Kebaikan yang telah Allah siapkan dari kondisi ini. Yakinlah ada kebaikan, meski Anda belum mengetahui.
    Bagaimana cara mendapatkan kebaikan itu?
    Upaya apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah (jika ada).

Ambillah Hikmah

Setiap kejadian itu ada hikmah, pahit atau manis, hikmahnya selalu baik.

Rasulullah SAW bersabda; “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi)

Salah satu kebaikan yang bisa kita dapatkan dari setiap peristiwa atau kondisi, meski pun sangat menyakitkan adalah hikmah yang terkandung di dalamnya.

Hikmah itu selalu ada, kadang perlu waktu untuk menemukan hikmah itu. Pernahkan ada orang yang berkata,

"Untung saja saat itu saya tidak pergi."

"Untung saja saya di PHK dan sekarang jadi pengusaha sukses."

Di PHK memang pahit, kita kehilangan sumber penghasilan yang mungkin satu-satunya. Dan kita mengalami hari-hari yang sulit setelah itu. Namun saat menghadapinya dengan keshabaran dan keikhlasan, kondisi seperti ini bisa menjadikan orang tersebut menjadi pengusaha yang handal.

Selalu ada hikmahnya, yakini itu!
Optimalkan Saja Kondisi Yang Ada

Jika kita sudah yakin, bahwa apa yang sedang kita alami adalah media pendidikan bagi kita agar lebih baik, maka kita bisa mengoptimalkan media ini agar memberikan pelajaran yang berharga bagi diri kita. Kita bisa belajar dari kegagalan, kita bisa memacu pikiran kita untuk mendapatkan ide brilian supaya bisa keluar dari kondisi sulit, dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi cobaan.

Jika kita melewatkan masa pendidikan tersebut hanya dengan mengeluh, menangis, dan meratapi kondisi, maka kita akan menyia-nyiakan waktu kita dengan hal yang tidak berguna.

Mengenal Hakikat Diri – Antara Kelemahan dan Kemuliaan

Saturday, May 10, 2014

GUBHUG REYOTT™ | Mengapa Harus Mengenal Hakikat Diri,mengenal hakikat diriMengenal hakikat diri adalah hal yang penting jika Anda ingin meraih kemuliaan dan keunggulan. Dalam bidang manajemen, ada anlisa SWOT yang tiada lain cara untuk mengenal perusahaan. Pengenalan inilah yang akan menjadi rujukan untuk strategi perusahaan selanjutnya. Begitu juga, langkah kita, termasuk langkah perbaikan dan langkah menuju kemuliaan harus dimulai dari mengenal hakikat diri terlebih dahulu.

Jika tidak ... Anda bisa melakukan hal yang sia-sia karena bisa melakukan hal yang salah. Jika Anda melihat diri begitu lemah, maka Anda menjadi rendah diri. Sebaliknya saat Anda melihat diri secara lebay, Anda akan terjebak pada sikap sombong atau takabur.

Jika pada konsep pengembangan diri dari luar, sering kita mendengar atau membaca betapa hebatnya diri kita. Ya, memang kita sudah diberikan potensi yang sangat dahsyat oleh Allah, namun perlu kita sadari bahwa kondisi manusia pun ada kelemahan dan kekurangannya. Jangan sampai, karena konsep materialistis merasuk ke dalam pikiran kita, maka keakuan kita lebih kuat dibandingkan kesadaran bahwa manusia adalah mahluq Allah.
Mengenal Hakikat Diri Seutuhnya

Kita harus mengenal hakikat diri kita dengan utuh, tidak setengah-setengah. Ada sebagian orang yang hanya mengenal kehebatan diri sehingga menjadi takabur. Sementara ada orang yang hanya mengenal kelemahan diri yang menjadikannya rendah diri.

Untuk kita perlu mengenal diri secara utuh, yaitu seimbang melihat kemuliaan dan kelemahan sekaligus dengan sikap yang arif sehingga tindakan, perilaku, rencana, dan program kita berjalan dengan seimbang. Tidak sombong namun tidak juga rendah diri. Yang ada adalah percaya diri karena memahami potensi diri yang hebat dan keyakinan bantuan serta pertolongan dari Allah. Percaya diri dibentuk dari percaya kepada potensi diri dan percaya akan pertolongan Allah.

Dan yang terpenting adalah dengan mengenal hakikat diri  diharapkan kita mampu memahami tugas dan peran kita sesungguhnya. Jangan sampai kita hanya melakukan tindakan-tindakan yang sebenarnya bukan tugas dan peran kita, sehingga hidup menjadi sia-sia.
Makhluq Yang Lemah, Bodoh, dan Berkebutuhan

Sebelum kita berbicara tentang kelebihan manusia, kita perlu memahami bahwa manusia itu pada dasarnya lemah, bodoh, dan membutuhkan bantuan serta pertolongan yang ada di luar dirinya. Ini kondisi dasar manusia di hadapan Allah dan posisi sebagai makhluq.

Manusia itu lemah, sebab hanya dari Allahlah datangnya kekuatan. Manusia itu bodoh karena hanya Allah Yang Mahatahu. Manusia itu membutuhkan bantuan serta pertolongan Allah, sebab Allah Mahakuasa sementara manusia penuh dengan keterbatasan dan kekurangan.

Dengan pemahaman ini, maka tidak pantas jika kita memiliki rasa sombong atau takabur sedikitpun. Hal ini jarang ditekankan oleh faham materialistis, faham yang melupakan atau meminggirkan eksistensi Allah yang menciptakannya. Akibatnya bisa terjadi hidup yang penuh kesombongan dan takabur bahkan merasa tidak membutuhkan Allah.

dan manusia dijadikan bersifat lemah. (QS.4:28)

Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (QS.33:72)

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (QS.35:15)
Manfaat Memahami Kelemahan Diri

Jika kita sudah memahami bahwa diri kita lemah, maka kita bisa mengantisipasi dan hidup lebih waspada.

    Manfaat memahami kelemahan diri tidak akan menjadikan kita takabur, sehingga hidup lebih waspada dan hati-hati.
    Kita akan terus belajar, terus-menerus menambah ilmu dan belajar sebab sebenarnya kita segala tahu, tidak segala bisa. Ada hal yang tidak kita ketahui ada hal yang tidak kita bisa.
    Selalu berusaha mendapatkan pertolongan dan bantuan dari Allah.

Justru, jika kita menyikapi dengan baik, memahami kelemahan diri akan berdampak positif, bukan melemahkan. Semua manfaat diatas, tiada lain akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri kita.
Makhluq Yang Dimuliakan

Manusia adalah makhluq yang banyak mendapatkan kemuliaan yang diberikan Allah. Banyak kelebihan dan keistimewaan manusia dibandingkan makhluq lainnya, bahkan malaikat sekali pun.

Yang pertama adalah manusia ditiupi ruh.

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS.32:9)

Yang kedua diberikan kelebihan dibandingkan makhluq lain.

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS.17:70)

Yang ketiga ditundukan alam untuk manusia.

Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur. Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS.45:12,13)

Sungguh kehormatan yang diterima manusia. Dibalik sifatnya yang lemah, bodoh, dan membutuhkan, namun Allah pun memberikan kemulian bagi manusia. Semua ini agar manusia bersyukur dan mau berfikir.
Kesimpulan

Jika manusia sudah dimuliakan dan mendapatkan kelebihan yang luar biasa, plus potensi pikiran, hati, dan jasad, maka tidak ada lagi alasan bagi diri kita dalam menjalani beban hidup ini, termasuk tugas-tugas yang kita emban. Kita akan mampu selama kita memanfaatkan potensi diri, memanfaatkan alam, dan memohon pertolongan Allah. Namun kita tidak boleh takabur, karena seungguhnya manusia itu lemah, bodoh, dan membutuhkan.

Inilah buah dari mengenal hakikat diri dengan benar.

Merenungi Lebih Dalam Apa Itu Sukses


GUBHUG REYOTT™ | Apa Itu SuksesApa Itu Sukses?

Apa itu sukses? Adalah pertanyaan terpenting yang harus kita jawab jika kita ingin sukses. Kiat sukses yang pertama adalah kita harus mampu menjawab dengan tepat, tanpa bias, tanpa kerumitan, dan tanpa melemahkan, apa itu sukses.

Apa itu sukses bisa menjadi bias, karena banyak orang yang mendefinisikan sesuai dengan persepsi dan kondisi pada dirinya. Ada orang yang merumitkan apa itu sukses, sehingga begitu sulit untuk dicapai. Ada juga orang yang melemahkan makna sukses, sebagai pembelaan diri, yaitu dengan memaknai sukses seperti apa dirinya saat ini.
Bahaya Salah Menjawab Apa Itu Sukses

Jika Anda salah mendefinisikan sesuatu, maka Anda tidak akan pernah mendapatkannya. Jika Anda tidak tahu dimana Jakarta, Anda tidak akan pernah menemukan Jakarta, bahkan saat Anda sudah di Jakarta sekali pun. Nah, Anda tidak akan pernah meraih sukses jika Anda tidak mengetahui apa itu sukses.
Jawaban Rumit dari Apa Itu Sukses

Jika Anda menemukan definisi yang rumit tentang apa itu sukses, jelas akan menjadi penghambat mental bagi Anda untuk meraih sukses. Dalam hati Anda akan mengatakan, "Ternyata untuk sukses itu berat. Ya sudahlah, saya apa adanya saja. Saya mensyukuri apa yang ada saja. Saya mengalir saja seperti air." Akhirnya Anda tidak akan pernah berusaha, tidak akan pernah meningkatkan kualitas diri, dan tidak ada prestasi yang Anda dapatkan.
Ada Juga Jawaban Yang Melemahkan

Disisi lain, ada juga yang melemahkan makna sukses. Ada yang mengatakan sukses adalah perjalanan. Bagi yang memaknainya dengan cara yang salah, maka dia tidak akan pernah mendapatkan yang terbaik. Silahkan lihat artikel Sukses Bukan Sekedar Perjalanan.

Menurut saya, tidak pantas orang yang melakukan perjalanan disebut sukses tanpa meraih sesuatu. Jika sukses adalah perjalanan, maka semua orang bisa disebut sukses karena melalui pasti perjalanan hidup. Apakah orang yang masuk nerakan bisa dikatakan sukses, padahal dia sama-sama melakukan perjalanan hidup sebagai mana orang yang meraih syurga-Nya.

Jelas, definisi sukses yang mengatakan sekedar perjalanan, adalah definisi yang akan melemahkan Anda. Ini jawaban yang tidak tepat dari pertanyaan apa itu sukses.
Ini Definisi Sukses Yang Singkat dan Memberdayakan

Sukses adalah pencapaian dari sebuah tujuan.

Wah, singkat bener. Memang singkat koq, tetapi makna ini memberdayakan Anda dan dalam. Untuk pembahasan lebih jauh, silahkan baca pada artikel saya yang lain: Definisi Sukses.

Unsur pertama, Anda harus memiliki tujuan. Apa tujuan hidup Anda? Ini juga pertanyaan penting. Yang disebut tujuan itu bisa tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka panjang. Saat Anda masuk ke sebuah sekolah, tujuannya adalah lulus dari sekolah tersebut. Sekarang Anda sudah lulus, artinya Anda sudah sukses.

Apa tujuan Anda membangun bisnis? Untuk mendapatkan profit. Ya, Anda sukses saat Anda mendapatkan profit dari bisnis Anda. Sederhana bukan? Dan, definisi sederhana ini akan memberdayakan Anda, sebab Anda akan meraih pencapai dan prestasi tertentu.

Semakin besar tujuan Anda, akan semakin besar sukses Anda. Ini juga logika yang sederhana, jika Anda ingin sukses besar, maka buatlah tujuan yang besar pula. Bahkan, buatlah tujuan yang menantang. Takut tidak bisa mencapainya? Tenang...

Pertama Anda tetap sukses meski Anda tidak sukses 100%. Kedua, saya sudah membuat artikel tentang Cara Mencapai Tujuan Yang Menantang.

Tentu saja, sebagai orang beriman, semua tujuan jangka pendek dan tujuan di dunia sebagai landasan atau anak tangga mencapai tujuan hidup kita yang hakiki, yaitu mendapatkan ridla Allah dan mendapatkan syurga-Nya.

Unsur kedua dari sukses adalah pencapaian. Pencapaian itu adalah upaya atau ikhtiar Anda.Bukan disebut sukses jika seseorang mendapatkan sesuatu tanpa upaya. Lalu bagaimana orang kaya karena mendapatkan warisan, pantaskah disebut kaya? Menurut Anda?

Ya, dia kaya bukan karena sukses. Tetapi dia bisa menjadi orang sukses, jika dia berhasil mengembangkan kekayaan atau setidaknya mempertahankannya. Mempertahankan dan mengembangkan kekayaan adalah sebuah tujuan dan memerlukan upaya. Sukses itu adil, siapa pun perlu mengusahakannya dan siapa pun bisa mencapainya.

Sukses juga tidak dilihat dari kondisinya saat ini. Jika ada orang yang tidak punya apa-apa, tidak punya rumah, tidak punya mobil, tidak punya gadget yang bagus, apakah dia pantas disebut sukses? Ya, kita perlu melihat pencapainya. Bisa saja dia memang tidak punya apa-apa tetapi dia sudah berhasil mencapai keinginannya yaitu bebas dari utang. Dia sukses membebaskan diri dari utang, meski dia tidak (atau belum) punya apa-apa saat ini.

Sukses bukan proses, tetapi memerlukan proses. Anda memang perlu berproses untuk mencapai sukses, tetapi prosesnya sendiri bukan sukses. Banyak yang mengatakan hal ini, sukses adalah proses. Jika Anda berproses terus tanpa hasil, tidak pantas disebut orang yang berhasil.
Anda Sukses Sukses, Raihlah Sukses Yang Lain

Sekarang, Anda sudah memahami apa itu sukses. Dari pemahaman ini Anda akan sadar bahwa Anda sudah sukses dengan berbagai pencapai yang sudah Anda alami saat ini. Anda terbukti bisa!

Namun tidak berhenti sampai disini, raihlah sukses-sukses lainnya. Bisa mencapai hal lain yang belum pernah atau yang lebih baik atau lebih besar dari yang sudah-sudah. Sukses itu seperti naik tangga, manfaatkan kesuksesan saat ini untuk meraih yang lebih tingginya lagi.

Untuk meraih yang lebih baik dan lebih besar, artinya Anda harus terus meningkatkan kualitas diri, sebab pencapaian akan sesuai dengan kapasitas diri Anda, baik kapasitas fisik, pikiran, dan ruhiah Anda.

Inilah jawaban yang memberdayakan dari pertanyaan apa itu sukses.

Kemampuan Manusia


GUBHUG REYOTT™ | Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS.Al-Baqarah:164)

Ayat di atas adalah salah satu ayat yang menggambarkan hanya sebagian kecil fenomena yang di bumi. Di ujung ayat disebutkan bahwa itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT, tentu saja bagi kaum yang memikirkannya. Di sini tersirat bahwa memikirkan alam merupakan salah satu cara mengenal kebesaran Allah SWT.

Memikirkan alam akan membawa kita kepada pemahaman bahwa apa yang ada dan apa yang terjadi di alam ini begitu kompleks dan rumit. Salah satu contoh kerumitan yang menakjubkan ialah munculnya berbagai tanaman yang berbeda dari tanah yang sama. Kemudian, ada juga perbedaan rasa dari buah, padahal ditanam pada tanah yang sama dan disiram dengan air yang sama.

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS.Ar Ra'd:4)

Itu hanya sebagian contoh saja. Masih banyak fenomena lainnya yang menakjubkan, kompleks, dan rumit. Seperti perputaran bumi, cuaca, adanya dua kutub, salju, pegunungan, keadaan di perut bumi, laut, dan sebagainya yang tidak mungkin dituliskan semua dalam artikel ini. Namun dibalik semua ini, ternyata, Allah SWT menundukannya bagi kita.

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS.Al Jaatsiyah:13)

Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi. Suatu kemampuan yang luar biasa. Sudahkah Anda memanfaatkan kemampuan in

Badai Pasti Berlalu


GUBHUG REYOTT™ | Hidup seolah berada di sebuah bahtera yang berada di tengah samudra. Perlu perjuangan untuk membuat bahtera tersebut melaju menuju pulau impian. Jika tidak, behtera hanya akan terombang-ambing entah kemana. Kita perlu terus menjadikan bahtera bergerak dan mengarahkannya ke arah pulau impian kita. Namun, kadang badai datang, membuat bahtera kita oleng bahkan hampir tenggelam.

Namun bahtera kehidupan memiliki sebuah keajaiban. Bahtera kehidupan tidak akan pernah tenggelam selama kita memiliki harapan. Oleng mungkin tetapi tenggelam tidak jika kita masih memiliki harapan bahwa kita akan sampai ke tujuan yang kita impikan. Jika badai begitu lama menggoncang bahtera kita, jangan pernah menyerah, karena menyerah adalah satu cara pasti bahtera kita tenggelam. Harapan, membuat bahtera kita tidak akan pernah hancur dihantam gelombang dan tidak akan membuat bahtera kita karam.

Lalu, dari mana datangnya harapan? Harapan ada pada diri kita, sebab tidak ada badai yang melebihi kekuatan diri kita. Sebesar-besarnya badai masih dibawah kemampuan kita semua. Allah telah memberikan kekuatan yang sangat dahsyat pada diri kita atau mendatangkan badai yang besarnya masih ada dibawah kemampuan kita. Allah tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan kita.

Jagalah harapan bahwa selalu ada jalan keluar. Yakinlah bahwa kita bisa bertahan. Pasti ada sesuatu hikmah besar dibalik kesulitan yang kita hadapi. Semakin besar kesulitan, mungkin semakin besar dan bernilai hikmah yang akan kita dapatkan nanti. Jagalah harapan, karena badai pasti berlalu.

Ketenangan Hidup

GUBHUG REYOTT™ | Ketenangan hidupIlmu fisika, biologi, falak, dan kimia telah menunjukan kepada kita bahwa dunia diciptakan dengan aturan-aturan dan ukuran-ukuran yang rapi. Tidak ada tempat bagi sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semua berjalan mengikuti hukum-hukum yang telah Allah ciptakan di alam semesta ini.

"... dan, Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya." (QS Al Furqaan:2)

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS Al Qamar:49)

Dan, tentu saja Allah menciptakan semua ini bukan tanpa tujuan. Tidak mungkin tanpa tujuan. Pasti, akan selalu ada hikmah di balik semua penciptaan ini.Namun, keyakinan akan semua hikmah ini, bukan berarti kita akan mengetahuinya. Karena keterbatasan ilmu manusia, bisa saja hikmah-hikmah itu masih tersembunyi, tidak terungkap oleh pandangan manusia yang terbatas ini.

"... mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. " (QS. An Nisaa':19)

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah:216)

Dan, saya yakin bahwa keterbatasan ini pun memberikan hikmah yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Tidak semuanya harus ada jawaban, yang perlu kita yakini adalah semuanya demi kebaikan kita. Dalilnya sudah jelas dan sudah kita hafal bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kadang kita berusaha keras, namun hasil seolah tidak kunjung datang. Saya kata seolah sebab itu hanyalah pandangan kita yang terbatas.  Strategi, taktik, dan rencana matang tidak selamanya akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita. Bisa jadi, Allah telah menyiapkan yang lain yang pastinya akan lebih baik dari itu.

"... Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru." (QS Ath Thalaaq:1)

"Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (At Takwir:29)

Jika saya berikhtiar itu semata-mata karena memenuhi perintah Allah. Manusia hanya berusaha, sedangkan Allah yang menentukan akibat dan hasilnya. Dan saya merasa yakin bahwa akibat dan hasil yang dipilihkan Allah bagi saya adalah yang terbaik bagi saya.

Jika demikian, mengapa kita harus takut dan khawatir dalam menjalani hidup? Bukankah semuanya untuk kebaikan kita sendiri. Pahit mungkin terasa pahit yang kita alami. Kita tidak menyukai. Kita membencinya. Padahal boleh jadi itu yang terbaik bagi kita.

Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini. Yang sering mengeluh dengan pemberian-Mu. Yang sering lupa bahwa Engkau memberikan yang terbaik.

Mudah-mudahan, mulai detik ini saya merasa tentram terhadap rahmat Allah, keadilan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan ilmu-Nya. Hidup yang lebih tenang karena "melihat" peran Allah dalam setiap peristiwa dan setiap urusan. Hidup yang tenang, karena hidup dalam lindungan dan pemeliharaan Allah.

Renungan Kekuatan Diri

GUBHUG REYOTT™ | Agar Tetap Memiliki KekuatanKekuatan Untuk Menjalani Hidup
Setiap perjalanan akan selalu memerlukan kekuatan. Sebuah mobil tidak akan berjalan jika tidak memiliki kekuatan untuk membawa beban dirinya. Begitu juga dengan manusia, agar bisa menjalani hidupnya memerlukan sebuah kekuatan.

Seberapa besarkah kekuatan yang dibutuhkan oleh manusia agar sanggup menjalani hidupnya dengan baik? Kita tidak pernah tahu, namun yang jelas adalah potensi yang sudah kita miliki plus pertolongan dan bantuan Allah, kita dijamin akan sanggup menjalani hidup dengan beban sebesar apa pun.

Allah sudah menjamin hal ini, meski kekuatan manusia memang terbatas, tetapi semua beban yang kita hadapi masih berada dibawah kemampuan manusia itu.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqarah: 286)
Saat Kekuatan Dirasa Kurang

Mungkin Anda pernah merasakan bahwa kekuatan yang kita miliki itu kurang. Serasa beban terlalu berat seolah kekuatan kita tidak cukup untuk menjalaninya. Jika kita yakin dengan firman Allah diatas, jelas kekurangan yang kita rasakan hanyalah prasangka saja.

Saat Anda merasa lemah, maka ingatlah ayat diatas. Yakinlah, bangunlah keyakinan pada diri Anda bahwa potensi yang Allah berikan kepada Anda sesungguhnya cukup untuk menghadapi beban yang kita pikul. Plus, kita masih bisa meminta bantuan dan pertolongan Allah Subhaanahu wa Ta'ala.
Keyakinan Akan Kekuatan Yang Semu

Mungkin, banyak orang yang mengatakan bahwa dia tahu dan beriman dengan ayat diatas. Dia mengatakan bahwa dia pasti sanggup menghadapi semua beban sebesar apa pun. Dia mengatakan bahwa potensi manusia itu adalah dahsyat. Dia mengatakan bahwa dia yakin dengan pertolongan Allah.

Namun betulkah? Ini yang patut kita renungkan. Betulkah kita sudah yakin atau hanya dalam mulut semata?

Mari kita periksa, apakah diri kita sudah mencerminkan pribadi yang memiliki keyakinan yang mantap akan kekuatan yang dimilikinya?

    Masihkah kita mengeluh atas kesulitan dan beratnya hidup? Jika Anda memang yakin dengan kekuatan yang Anda miliki, kenapa harus mengeluh? Sebuah keluhan adalah pengakuan akan beratnya beban yang dihadapi. Keluhan adalah sebuah pengakuan bahwa kita merasa lemah tidak berdaya. Jika kita merasa kuat, kenapa harus mengeluh? Jalani saja, terjang semua halangan dan rintangan. Semua itu akan diwujudkan dengan tindakan, bukan dengan kata-kata keluhan.
    Tidak memiliki cita-cita yang tinggi. Orang yang merasa lemah, dia tidak akan berani memiliki cita-cita yang tinggi. Hidupnya hanya untuk sekedar bisa berjalan saja, sebab apa yang ada dalam pikiran bawah sadarnya hanya sekedar bertahan. Bertahan saja susah, kenapa harus memikirkan yang besar? Sudahlah tidak usah muluk-muluk, bisa makan saja sudah cukup. Dan sebagainya. Semua itu adalah gambaran bahwa Anda merasa lemah.
    Melepaskan diri dari beban yang berat, seperti tugas dakwah dan jihad. Dia akan membayangkan bagaimana beratnya tugas dakwah dan jihad. Maka dia melepaskan diri dengan berbagai dalih bahwa dia tidak sanggup, dia sibuk, dan sebagainya. Kalau pun dia berdakwah, dia hanya memilih yang ringan saja, yang tidak keluar dari zona nyaman dia. Ini adalah bagian saya, katanya. Saya hanya bisa melakukan hal ini. Sementara, dia menganggap tugas-tugas berat itu adalah tugas orang lain, bukan tugas dia. Saat dia yakin bahwa dakwah dan jihad adalah sebuah kewajiban, kanapa harus memilih yang ringan-ringan saja? Dia akan mengatakan, yang sesuai dengan kesanggupannya. Terbukti bahwa dia mengakui dirinya lemah. Kesanggupannya hanya sampai disana.
    Tergantung atau menggantungkan diri pada kondisi. Dia takut akan perubahan yang mungkin terjadi. Bagaimana jika perubahan akan merusak bisnisnya? Bagaimana jika perubahan akan mengancam karirnya? Itu mungkin saja, perubahan akan selalu terjadi. Bisa jadi, bisnis Anda akan bangkrut akibat perubahan. Bisa jadi karir Anda tamat karena perubahan teknologi. Benar? Tidak. Bukan, bukan perubahan yang mengakibatkan bisnis hancur dan karir yang terancam, tetapi karena diri Andalah yang tidak menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Saat Anda takut, artinya Anda mengakui kelemahan diri.
    Tergantung pada pekerjaan saat ini. Termasuk, saat Anda merasa takut kehilangan pekerjaan saat ini. Kalau saya berhenti, bagaimana dengan makan anak istri saya? Padahal, siapa yang bisa menjamin Anda akan terus memiliki pekerjaan? Jika Anda seseorang yang yakin dengan kekuatan yang dimilikinya, maka dia yakin akan sanggup mengatasi masalah ekonomi seandainya dia kehilangan pekerjaan. Takut akan kehilangan pekerjaan, adalah sebuah pengakuan bahwa diri lemah dan kurang meyakini potensi diri dan pertolongan Allah.

Anda bisa mendebat, Anda bisa berdalih atas apa yang ditulis diatas. Namun semua itu tidak akan ada gunanya, hanya mempertegas diri bahwa Anda kurang yakin akan kekuatan diri dan kekuatan pertolongan Allah.  Akan lebih bermanfaat, jika Anda meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatasi semua beban hidup dengan pertolongan Allah.

Merenungi Kembali Makna Kebebasan Dalam Hidup

Friday, May 9, 2014


GUBHUG REYOTT™ | Memahami Makna Kebebasan Yang Salah Bisa Menyia-nyiakan Hidup Anda

kebebasanSaat ini ada banyak orang yang mengusung kebebasan sebagai way of life atau menjadikan kebebasan cara hidupnya. Namun adakah yang disebut kebebasan itu? Apa makna kebebasan itu? Jika kita salah memahami apa itu makna kebebasan, maka hidup kita akan mengejar hal yang sia-sia belaka. Seolah kita akan mengejar pepesan kosong, terlihat indah namun tidak ada isinya. Hidup kita yang hanya sekali ini dan singkat, dihabiskan hanya untuk mengejar kebebasan yang tanpa makna berarti.
Benarkan Kebebasan Itu Ada?

Saya teringat sebuah iklan deodoran untuk pria. Disana diceritakan suatu hari setiap orang bebas menggunakan kendaraan apa saja. Namun apa yang terjadi? Jalan menjadi kacau, karena berbagai kendaraan ada di jalan raya, bahkan kendaraan tank baja yang bisa merusak jalan dan kendaraan lain. Kekacau lalu lintas ini bisa menghambat siapa saja berangkat kerja atau beraktivitas.

Jika kita bebas melakukan apa saja, maka orang lain pun bebas melakukan apa saja, masuk ke rumah kita, mengambil makanan di rumah kita, menggunakan semua barang kita, tidur di rumah kita. Apa jadinya? Bahkan jangan harap Anda bisa ke luar rumah, sebab bisa saja ada orang yang menghalangi pintu rumah Anda. Dan Anda tidak bisa melarangnya, karena setiap orang bebas melakukan apa saja.
Kebebasan Tanpa Mengganggu Kebebasan Orang Lain

Munculah sebuah "aturan" bahwa kebebasan itu harus menghargai dan tidak mengganggu kebebasan orang lain. Nah... ternyata kebebasan kita ada yang membatasinya, sehingga tidak benar-benar bebas. Nyatanya, kebebasan kita masih dibatasi oleh eksistensi orang lain.

Dan, itu harus. Tanpa menghargai eksistensi manusia lain yang sama-sama ingin kebebasan, maka kebebasan itu tak pernah ada karena pasti setiap orang akan saling menjegal kebebasan orang lain seperti digambarkan diatas. Ahirnya kebebasan itu dibatasi oleh kebebasan orang lain. Kebebasan itu, selalu ada batasnya dan batasi itu salah satunya adalah eksistensi orang lain.
Fenomena Alam

Bukan hanya eksistensi orang lain yang membatasi kita. Pada kenyataanya, ada batasan lain yang hadir yaitu fenomena alam. Kita jelas tidak bisa bebas dari hukum gravitasi bumi. Kita selalu tertarik ke bumi. Apa jadinya jika tidak ada gravitasi? Semua benda akan melayang tidak beraturan, Anda akan melayang, mobil akan melayang, batu akan melayang, dan semua benda yang tidak menempel dengan bumi akan melayang. Bisa kebayang?

Mau tidak mau, kebebasan kita akan dibatasi oleh hukum-hukum alam yang ada. Kita tidak bisa bertindak dan melakukan sesuatu tanpa mengikuti hukum yang ada di bumi ini. Sekali lagi, ada yang membatasi kebebasan kita.
Think Again!

Renungi kembali apa itu kebebasan! Benarkah kita bisa benar-benar bebas? Ada hukum alam yang membatasi kita. Ada hak orang lain yang membatasi kita. Semua itu karena sadar dan mengakui eksistensi hukum alam dan kebebasan orang lain.

Bisa kita bebas memilih kapan kita dilahirkan? Bisakah kita bebas memilih orang tua kita? Nah, ternyata masih ada yang membatasi kebebasan kita. Siapa? Tidak lain dan tidak bukan, Allah Yang Menciptakan kita semua. Jika hak orang lain kita harus hormati, maka ada hak yang lebih patut dan harus kita hormati yaitu hak Allah. Apa itu hak Allah? Allah memiliki hak untuk kita sembah dan ibadahi.

Saat kita meyakini akan eksistensi Allah, maka kita harus memenuhi hak Allah. Jangan sampai hak manusia kita hargai namun hak Allah kita langgar. Kita tidak bisa menolak ini, sebab Allah punya wewenang atas diri kita. Sering kali manusia berdalih bebas melakukan apa pun terhadap apa yang dia miliki (termasuk tubuhnya). Sementara, diri kita sesungguhnya adalah milik Allah yang artinya Allah berhak apa pun atas diri kita.

Seseorang yang dengan sengaja ditato, dia berdalih bebas melakukan apa saja pada tubuhnya karena tubuhnya milik dia. Sementara dia lupa, bahwa Allah pun bebas melakukan apa saja pada dirinya, karena dirinya adalah milik Allah. Allah berhak untuk melarangnya bertato.

Seorang karyawan, mau tidak mau harus mengikuti aturan perusahaannya. Kebebasan dia dibatasi oleh aturan perusahaan. Jika tidak mau mengikuti aturan perusahaan, silahkan keluar dari perusahaan itu. Jika Anda tidak mau mengikuti aturan Allah, apakah Anda bisa keluar dari kolong langit Allah?
Tanggung Jawab Atas Kebebasan Anda

Allah memberikan kebebasan kepada kita, mau beriman atau kafir. Namun ingatlah bahwa kebebasan itu akan kita pertanggung jawabkan nanti. Allah berhak untuk meminta pertanggung jawaban kita. Allah memberikan perintah dan potensi kepada kita untuk beribadah. Jika Anda tidak mau, silahkan selama, Anda bersedia menerima konsekuensinya.

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (QS.17:36)

Allah memang memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengikuti jalan benar dan jalan yang salah. Anda bebas melakukan apa saja, tentu dengan konsekuensinya. Jika Anda kufur, siaplah menanggung akibatnya dan Anda juga tidak bisa melarang orang lain untuk berdakwah, karena itu pun hak orang-orang yang beriman yang ingin mengikuti perintah-Nya.
Kebebasan Itu Memang Ada Asal...

"Anda bebas berekspresi asal rok dibawah lutut." Salah, yang benar selama kita menutup aurat, karena bisa saja rok dibawah lutut masih membuka aurat.

Kebebasan itu ada selama Anda tidak menghalangi kebebasan orang lain.

Kebebasan itu ada, namun Anda tidak bisa lepas dari hukum alam.

Kebebasan itu ada asal Anda siap mempertanggung jawabkannya.

Manusia Adalah Software, Bukan Hardware

GUBHUG REYOTT™ | Dulu ada yang beranggapan bahwa manusia adalah tubuh yang berjiwa, tapi anggapan itu sekarang telah beralih dengan adanya pengembangan disiplin ilmu Psychology yang kini sudah berjalan melangkah keluar, memasuki area metafisik - Parapsychology. Ilmuwan di negara barat sependapat bahwa manusia adalah jiwa yang bertubuh, jangan heran kalau mereka pun mampu melakukan experience outside body (EOB) atau yang disini dikenal dengan istilah ragasukma.

Jika sebuah mobil melintas di hadapan kita, maka pandanglah sang supir - itulah manusia nya yang mengendalikan alam semesta dirinya baik fisik maupun metafisik. Terkadang terjadi sang supir lengah, lalu mendekatlah seorang preman - supir dipukul pingsan, preman masuk kedalam mobil dan mengendalikannya, akhirnya jalan mobil ga karuan. Begitulah serupa dengan kasus kesurupan yang kadang terjadi, disaat sang supir sebagai pemimpin unsur bumi (kholifah fil aradh) lengah, maka kendali dipegang oleh lainnya

Kembali, bahwa manusia adalah JIWA yang bertubuh. Tubuhnya tidak lain hanyalah unsur mineral semata yang tidak beda dengan unsur bumi, yang bisa rusak termakan hukum alam atau law of the universe (sunnatullah). Tidak ada yang bisa dibanggakan dari tubuh manusia, baik dari kekuatan, keindahan dan lainnya. Tubuh Gajah jauh lebih besar daripada tubuh manusia, kekuatan tubuh gajah jauh melebihi kekuatan tubuh manusia, mata seekor burung elang jauh lebih tajam daripada mata manusia.

Lalu kenapa manusia dikatakan sebagai pemimpin di alam semesta ini, baik alam semesta micro yang merupakan dirinya sendiri maupun alam semesta makro. Allah ber firman bahwa dijadikan nya manusia adalah sebagai Master of The Universe, pemimpin .. tapi kenapa tubuhnya kalah kuat dengan gajah, matanya kalah tajam dengan elang? Benar, kalau kita bicara tubuh manusia sangatlah rentan. Tubuh manusia bukanlah yang diisyaratkan sebagai khalifah, tetapi jiwa tersebutlah yang di isyaratkan sebagai pemimpin - karena manusia memang adalah JIWA yang bertubuh.

Mata seekor burung hantu bisa melihat di kegelapan malam.
Mata ('ainun) manusia tidak mampu melakukan hal itu tapi ..
PANDANGAN (bashor) manusia dapat melihat menyeberangi lautan ribuan kilometer, yang mana tidak mampu dilakukan oleh burung elang atau makhluk apapun. Itulah hebatnya unsur rohani manusia, unsur langit manusia atau unsur samaawaat.

Manusia  adalah jiwa yang bertubuh, manusia adalah samaawaat yang terbungkus aradh. Karena itu marilah kita mulai alihkan perhatikan kita tidak melulu pada unsur jasad kita tapi lebih menitikberatkan pada unsur samaawaat kita, tidak melulu fokus pada hardware kita tetapi lebih menekankan pada perawatan software, pengembangan software, pengoptimasian software sebagaimana hakikat diri manusia yaitu JIWA yang BERTUBUH.

Manusia Seperti Komputer


GUBHUG REYOTT™ | Sekedar share dari sumber diri sendiri. Yang saya amati kenapa manusia seperti komputer ya? Ada hardware, software dan brainware.

HARDWARE

Hardware disini adalah perangkat keras manusia, unsur aradh manusia. Dan uniknya setiap manusia memiliki perangkat keras yang tidak serupa. Luar biasa sekali, seperti halnya komputer ada manusia yang memiliki spesifikasi Pentium III ada juga yang Pentium IV, bahkan uniknya pada manusia yang memiliki spesifikasi Pentium IV pun spesifikasi nya tidak sama, ada yang mempunyai modem, ada yang tidak.ÂÂÂ

Dari yang sama-sama mempunyai modem, ada yang ADSL ada yang Dial Up, ada yang online selalu kontak pada Robbal Arbaab - Allah azza wa jalla, ada juga yang modemnya tidak aktif. Subhannalloh. Kalau ada hardware tentu harus ada softwarenya, benar memang demikian

SOFTWARE

Sebagaimana komputer, hardware tidak akan berfungsi tanpa adanya software. Begitupun unsur aradh manusia tidak akan berfungsi tanpa adanya unsur samaawaat yang merupakan unsur yang sangat kompleks, unsur yang kekal - jauh berbeda dengan unsur aradh manusia yang rusak (kafir).

Jika hardware manusia mempunyai spesifikasi yang tidak serupa, bagaimana dengan software nya? ya begitu juga ..tidak serupa. Seringkali saya amati ada 3 orang sahabat A, B, dan C sama datang pada seorang Kyai minta diberikan hikmah tertentu, maka sang Kyai akan memberikan aurad yang tidak serupa, karena sang Kyai melihat spesifikasi hardware ketiganya tidak sama.

Jangan sampai terjadi Pentium III di pasang Office2007, bukannya malah bagus justru malah hang. Itulah sebabnya katanya seringkali terjadi kasus seorang yang tidak waras, yang katanya sih ..gila gara-gara mengamalkan ilmu yang dianya tidak kuat. Begitulah software manusia pun tidak serupa.

Okey kalau memang ada software, harus ada juga Operating System nya dong.

Pasti ada ..

Justru ini yang paling penting, seringkali saya melihat ada seseorang yang sebetulnya hardwarenya spesifikasi unggul, tapi banyak yang tidak berfungsi karena tidak diaktifkan, atau tidak diinstall softwarenya. Dan yang lebih parah, banyak yang Operating Systemnya berantakan karena kemasukan illegal plugins dalam hal ini adalah maksiat-maksiat yang dilakukan, yang menyebabkan ketidakstabilan kinerja operating system tersebut. Akhirnya lemot, malah hang.

Jika terjadi kasus seperti ini jangan salahkan Allah Swt. " Semua keburukan itu dari Kamu ..'  begitu kata Allah, ya memang demikian, awal keluar dari pabrik semua hardware dan softtware (operating system dan program aplikasinya) bagus kok, salah sendiri kenapa diacak-acak dengan illegal plugins. Hehe... Terus gimana caranya biar bagus lagi?

Harus pergi ke seorang yang mengerti tentang CPU (aradh, samawaat) manusia. Biasanya ada yang disuruh mandi taubat, ada yang disuruh sholat tasbih, dsb. Masing-masing mursyid memiliki cara tersendiri dalam memFORMAT ulang hardisk clientnya yang sudah berantakan.

Yang mengenaskan begini, sering terjadi  ada seorang yang hardwarenya Pentium II tapi karena terawat baik, software nya terpasang, maka semua hardware nya berfungsi dengan optimal. Tiba-tiba datanglah seorang dengan spesifikasi Pentium IV tapi awut-awutan minta hikmah pada Pentium II tersebut.

Saya pernah melihat hal ini, di Serang ada seorang ahli hikmah kedatangan seorang anak muda yang awut-awutan dan minta dibukakan (diaktifkan hardware) nya, .. si ahli hikmah nggak mau, malah beliau bilang pada si anak muda awut-awutan itu, 'yang anda miliki lebih dari saya' .. :)

BRAINWARE

Nah brainware dibahas menyusul, karena ini akan mengarah pada pembicaraan yang melibatkan metafisik. Mungkin lebih baik kita lanjutkan dengan 'Trik merawat dan mengoptimasi hardware dan software Anda'

iklan banner iklan banner iklan banner iklan banner
 
Editing Template By: JokoRowo TlogoRejo Original template By: Creating Website
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. GUBHUG REYOTT™- All Rights Reserved