Misteri Rahasia Serat Sastra Jendra Hayuningrat

Saturday, February 22, 2014

GUBHUG REYOTT™ | Dalam lakon wayang Purwa, kisah Ramayana bagian awal diceritakan asal muasal keberadaan Dasamuka atau Rahwana tokoh raksasa yang dikenal angkara murka, berwatak candala dan gemar menumpahkan darah. Dasamuka lahir dari ayah seorang Begawan sepuh sakti linuwih gentur tapanya serta luas pengetahuannya yang bernama Wisrawa dan ibu Dewi Sukesi yang berparas jelita tiada bandingannya dan cerdas haus ilmu kesejatian hidup. Bagaimana mungkin dua manusia sempurna melahirkan raksasa buruk rupa dan angkara murka ? Bagaimana mungkin kelahiran ” sang angkara murka ” justru berangkat dari niat tulus mempelajari ilmu kebajikan yang disebut Serat Sastrajendra.


Ilmu untuk Meraih Sifat Luhur Manusia.

Salah satu ilmu rahasia para dewata mengenai kehidupan di dunia adalah Serat Sastrajendra. Secara lengkap disebut Serat Sastrajendrahayuningrat Pangruwatingdiyu. Serat = ajaran, Sastrajendra = Ilmu mengenai raja. Hayuningrat = Kedamaian. Pangruwating = Memuliakan atau merubah menjadi baik. Diyu = raksasa atau keburukan. Raja disini bukan harfiah raja melainkan sifat yang harus dimiliki seorang manusia mampu menguasai hawa nafsu dan pancainderanya dari kejahatan. Seorang raja harus mampu menolak atau merubah keburukan menjadi kebaikan. Pengertiannya bahwa Serat Sastrajendra adalah ajaran kebijaksanaan dan kebajikan yang harus dimiliki manusia untuk merubah keburukan mencapai kemuliaan dunia akhirat. Ilmu Sastrajendra adalah ilmu makrifat yang menekankan sifat amar ma’ruf nahi munkar, sifat memimpin dengan amanah dan mau berkorban demi kepentingan rakyat.

Gambaran ilmu ini adalah mampu merubah raksasa menjadi manusia. Dalam pewayangan, raksasa digambarkan sebagai mahluk yang tidak sesempurna manusia. Misal kisah prabu Salya yang malu karena memiliki ayah mertua seorang raksasa. Raden Sumantri atau dikenal dengan nama Patih Suwanda memiliki adik raksasa bajang bernama Sukrasana. Dewi Arimbi, istri Werkudara harus dirias sedemikian rupa oleh Dewi Kunti agar Werkudara mau menerima menjadi isterinya. Betari Uma disumpah menjadi raksesi oleh Betara Guru saat menolak melakukan perbuatan kurang sopan dengan Dewi Uma pada waktu yang tidak tepat. Anak hasil hubungan Betari Uma dengan Betara Guru lahir sebagai raksasa sakti mandra guna dengan nama ” Betara Kala ” (kala berarti keburukan atau kejahatan). Sedangkan Betari Uma kemudian bergelar Betari Durga menjadi pengayom kejahatan dan kenistaan di muka bumi memiliki tempat tersendiri yang disebut ” Kayangan Setragandamayit “. Wujud Betari Durga adalah raseksi yang memiliki taring dan gemar membantu terwujudnya kejahatan.

Melalui ilmu Sastrajendra maka simbol sifat sifat keburukan raksasa yang masih dimiliki manusia akan menjadi dirubah menjadi sifat sifat manusia yang berbudi luhur. Karena melalui sifat manusia ini kesempurnaan akal budi dan daya keruhanian mahluk ciptaan Tuhan diwujudkan. Dalam kitab suci disebutkan bahwa manusia adalah ciptaan paling sempurna. Bahkan ada disebutkan, Tuhan menciptakan manusia berdasar gambaran dzat-Nya. Filosof Timur Tengah Al Ghazali menyebutkan bahwa manusia seperti Tuhan kecil sehingga Tuhan sendiri memerintahkan para malaikat untuk bersujud. Sekalipun manusia terbuat dari dzat hara berbeda dengan jin atau malaikat yang diciptakan dari unsur api dan cahaya. Namun manusia memiliki sifat sifat yang mampu menjadi ” khalifah ” (wakil Tuhan di dunia).

Namun ilmu ini oleh para dewata hanya dipercayakan kepada Wisrawa seorang satria berwatak wiku yang tergolong kaum cerdik pandai dan sakti mandraguna untuk mendapat anugerah rahasia Serat Sastrajendrahayuningrat Diyu.
Ketekunan, ketulusan dan kesabaran Begawan Wisrawa menarik perhatian dewata sehingga memberikan amanah untuk menyebarkan manfaat ajaran tersebut. Sifat ketekunan Wisrawa, keihlasan, kemampuan membaca makna di balik sesuatu yang lahir dan kegemaran berbagi ilmu. Sebelum ” madeg pandita ” ( menjadi wiku ) Wisrawa telah lengser keprabon menyerahkan tahta kerajaaan kepada sang putra Prabu Danaraja. Sejak itu sang wiku gemar bertapa mengurai kebijaksanaan dan memperbanyak ibadah menahan nafsu duniawi untuk memperoleh kelezatan ukhrawi nantinya. Kebiasaan ini membuat sang wiku tidak saja dicintai sesama namun juga para dewata.

Sifat Manusia Terpilih.

Sebelum memutuskan siapa manusia yang berhak menerima anugerah Sastra Jendra, para dewata bertanya pada sang Betara Guru. ” Duh, sang Betara agung, siapa yang akan menerima Sastra Jendra, kalau boleh kami mengetahuinya. “
Bethara guru menjawab ” Pilihanku adalah anak kita Wisrawa “. Serentak para dewata bertanya ” Apakah paduka tidak mengetahui akan terjadi bencana bila diserahkan pada manusia yang tidak mampu mengendalikannya. Bukankah sudah banyak kejadian yang bisa menjadi pelajaran bagi kita semua”
Kemudian sebagian dewata berkata ” Kenapa tidak diturunkan kepada kita saja yang lebih mulia dibanding manusia “.

Seolah menegur para dewata sang Betara Guru menjawab “Hee para dewata, akupun mengetahui hal itu, namun sudah menjadi takdir Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa ilmu rahasia hidup justru diserahkan pada manusia. Bukankah tertulis dalam kitab suci, bahwa malaikat mempertanyakan pada Tuhan mengapa manusia yang dijadikan khalifah padahal mereka ini suka menumpahkan darah”. Serentak para dewata menunduk malu ” Paduka lebih mengetahui apa yang tidak kami ketahui”
Kemudian, Betara Guru turun ke mayapada didampingi Betara Narada memberikan Serat Sastra Jendra kepada Begawan Wisrawa.

” Duh anak Begawan Wisrawa, ketahuilah bahwa para dewata memutuskan memberi amanah Serat Sastra Jendra kepadamu untuk diajarkan kepada umat manusia”
Mendengar hal itu, menangislah Sang Begawan ” Ampun, sang Betara agung, bagaimana mungkin saya yang hina dan lemah ini mampu menerima anugerah ini “.
Betara Narada mengatakan ” Anak Begawan Wisrawa, sifat ilmu ada 2 (dua). Pertama, harus diamalkan dengan niat tulus. Kedua, ilmu memiliki sifat menjaga dan menjunjung martabat manusia. Ketiga, jangan melihat baik buruk penampilan semata karena terkadang yang baik nampak buruk dan yang buruk kelihatan sebagai sesuatu yang baik. ” Selesai menurunkan ilmu tersebut, kedua dewata kembali ke kayangan.
Setelah menerima anugerah Sastrajendra maka sejak saat itu berbondong bondong seluruh satria, pendeta, cerdik pandai mendatangi beliau untuk minta diberi wejangan ajaran tersebut. Mereka berebut mendatangi pertapaan Begawan Wisrawa melamar menjadi cantrik untuk mendapat sedikit ilmu Sastra Jendra. Tidak sedikit yang pulang dengan kecewa karena tidak mampu memperoleh ajaran yang tidak sembarang orang mampu menerimanya. Para wiku, sarjana, satria harus menerima kenyataan bahwa hanya orang orang yang siap dan terpilih mampu menerima ajarannya.

Nun jauh, negeri Ngalengka yang separuh rakyatnya terdiri manusia dan separuh lainnya berwujud raksasa. Negeri ini dipimpin Prabu Sumali yang berwujud raksasa dibantu iparnya seorang raksasa yang bernama Jambumangli. Sang Prabu yang beranjak sepuh, bermuram durja karena belum mendapatkan calon pendamping bagi anaknya, Dewi Sukesi. Sang Dewi hanya mau menikah dengan orang yang mampu menguraikan teka teki kehidupan yang diajukan kepada siapa saja yang mau melamarnya. Sebelumnya harus mampu mengalahkan pamannya yaitu Jambumangli. Beribu ribu raja, wiku dan satria menuju Ngalengka untuk mengadu nasib melamar sang jelita namun mereka pulang tanpa hasil. Tidak satupun mampu menjawab pertanyaan sang dewi. Berita inipun sampailah ke negeri Lokapala, sang Prabu Danaraja sedang masgul hatinya karena hingga kini belum menemukan pendamping hati. Hingga akhirnya sang Ayahanda, Begawan Wisrawa berkenan menjadi jago untuk memenuhi tantangan puteri Ngalengka.

Pertemuan Dua Anak Manusia.

Berangkatlah Begawan Wisrawa ke Ngalengka, hingga kemudian bertemu dengan dewi Suksesi. Senapati Jambumangli bukan lawan sebanding Begawan Wisrawa, dalam beberapa waktu raksasa yang menjadi jago Ngalengka dapat dikalahkan. Tapi hal ini tidak berarti kemenanmgan berada di tangan. Kemudian tibalah sang Begawan harus menjawab pertanyaan sang Dewi. Dengan mudah sang Begawan menjawab pertanyaan demi pertanyaan hingga akhirnya, sampailah sang dewi menanyakan rahasia Serat Sastrajendra. Sang Begawan pada mulanya tidak bersedia karena ilmu ini harus dengan laku tanpa ” perbuatan ” sia sialah pemahaman yang ada. Namun sang Dewi tetap bersikeras untuk mempelajari ilmu tersebut, toh nantinya akan menjadi menantunya.

Luluh hati sang Begawan, beliau mensyaratkan bahwa ilmu ini harus dijiwai dengan niat luhur. Keduanya kemudian menjadi guru dan murid, antara yangf mengajar dan yang diajar. Hari demi hari berlalu keduanya saling berinteraksi memahamkan hakikat ilmu. Sementara di kayangan, para dewata melihat peristiwa di mayapada. ” Hee, para dewata, bukankah Wisrawa sudah pernah diberitahu untuk tidak mengajarkan ilmu tersebut pada sembarang orang “.

Para dewata melaporkan hal tersebut kepada sang Betara Guru. ” Bila apa yang dilakukan Wisrawa, bisa nanti kayangan akan terbalik, manusia akan menguasai kita, karena telah sempurna ilmunya, sedangkan kita belum sempat dan mampu mempelajarinya “.

Sang Betara Guru merenungkan kebenaran peringatan para dewata tersebut. ” tidak cukup untuk mempelajari ilmu tanpa laku, Serat Sastrajendra dipagari sifat sifat kemanusiaan, kalau mampu mengatasi sifat sifat kemanusiaan baru dapat mencapai derajat para dewa. ” Tidak lama sang Betara menitahkan untuk memanggil Dewi Uma.untuk bersama menguji ketangguhan sang Begawan dan muridnya.
Hingga sesuatu ketika, sang Dewi merasakan bahwa pria yang dihadapannya adalah calon pendamping yang ditunggu tunggu. Biar beda usia namun cinta telah merasuk dalam jiwa sang Dewi hingga kemudian terjadi peristiwa yang biasa terjadi layaknya pertemuan pria dengan wanita. Keduanya bersatu dalam lautan asmara dimabukkan rasa sejiwa melupakan hakikat ilmu, guru, murid dan adab susila. Hamillah sang Dewi dari hasil perbuatan asmara dengan sang Begawan. Mengetahui Dewi Sukesi hamil, murkalah sang Prabu Sumali namun tiada daya. Takdir telah terjadi, tidak dapat dirubah maka jadilah sang Prabu menerima menantu yang tidak jauh berbeda usianya.

Tergelincir Dalam Kesesatan.

Musibah pertama, terjadi ketika sang senapati Jambumangli yang malu akan kejadian tersebut mengamuk menantang sang Begawan. Raksasa jambumangli tidak rela tahta Ngalengka harus diteruskan oleh keturunan sang Begawan dengan cara yang nista. Bukan raksasa dimuliakan atau diruwat menjadi manusia. Namun Senapati Jambumangli bukan tandingan, akhirnya tewas ditangan Wisrawa. Sebelum meninggal, sang senapati sempat berujar bahwa besok anaknya akan ada yang mengalami nasib sepertinya ditewaskan seorang kesatria.

Musibah kedua, Prabu Danaraja menggelar pasukan ke Ngalengka untuk menghukum perbuatan nista ayahnya. Perang besar terjadi, empat puluh hari empat puluh malam berlangsung sebelum keduanya berhadapan. Keduanya berurai air mata, harus bertarung menegakkan harga diri masing masing. Namun kemudian Betara Narada turun melerai dan menasehati sang Danaraja. Kelak Danaraja yang tidak dapat menahan diri, harus menerima akibatnya ketika Dasamuka saudara tirinya menyerang Lokapala.

Musibah ketiga, sang Dewi Sukesi melahirkan darah segunung keluar dari rahimnya kemudian dinamakan Rahwana (darah segunung). Menyertai kelahiran pertama maka keluarlah wujud kuku yang menjadi raksasi yang dikenal dengan nama Sarpakenaka. Sarpakenaka adalah lambang wanita yang tidak puas dan berjiwa angkara, mampu berubah wujud menjadi wanita rupawan tapi sebenarnya raksesi yang bertaring. Kedua pasangan ini terus bermuram durja menghadapi musibah yang tiada henti, sehingga setiap hari keduanya melakukan tapa brata dengan menebus kesalahan. Kemudian sang Dewi hamil kembali melahirkan raksasa kembali. Sekalipun masih berwujud raksasa namun berbudi luhur yaitu Kumbakarna.

Akhir Yang Tercerahkan.

Musibah demi musibah terus berlalu, keduanya tidak putus putus memanjatkan puaj dan puji ke hadlirat Tuhan yang Maha Kuasa. Kesabaran dan ketulusan telah menjiwa dalam hati kedua insan ini. Serat Sastrajendra sedikit demi sedikit mulai terkuak dalam hati hati yang telah disinari kebenaran ilahi. Hingga kemudian sang Dewi melahirkan terkahir kalinya bayi berwujud manusia yang kemudian diberi nama Gunawan Wibisana. Satria inilah yang akhirnya mampu menegakkan kebenaran di bumi Ngalengka sekalipun harus disingkirkan oleh saudaranya sendiri, dicela sebagai penghianat negeri, tetapi sesungguhnya sang Gunawan Wibisana yang sesungguhnya yang menyelamatkan negeri Ngalengka. Gunawan Wibisana menjadi simbol kebenaran mutiara yang tersimpan dalam Lumpur namun tetap bersinar kemuliaannya. Tanda kebenaran yang tidak larut dalam lautan keangkaramurkaan serta mampu mengalahkan keragu raguan seprti terjadi pada Kumbakarna. Dalam cerita pewayangan, Kumbakarna dianggap tidak bisa langsung masuk suargaloka karena dianggap ragu ragu membela kebenaran.

Melalui Gunawan Wibisana, bumi Ngalengka tersinari cahaya ilahi yang dibawa Ramawijaya dengan balatentara jelatanya yaitu pasukan wanara (kera). Peperangan dalam Ramayana bukan perebutan wanita berwujud cinta namun pertempuran demi pertempuran menegakkan kesetiaan pada kebenaran yang sejati  | Disalin GUBHUG REYOTT™ | Dari Santri Gundul

Misteri Jenglot (Bathara Karang)

GUBHUG REYOTT™ | Misteri Jenglot (Bathara Karang)Jenglot
PELAJARAN BERHARGA DI BALIK KISAH BETHARA KARANG (Jenglot)
Jenglot atau lebih populer dengan nama Bethara Karang telah lama dikenal sebagian masyarakat yang menggemari koleksi berbagai macam ajimat, pusaka, atau benda-benda keramat bernergi gaib. Bethara Karang (biasa disingkat; BK) wujudnya seperti mummy dengan ukuran panjang 5 cm, ada yang >10 cm. BK memiliki ciri khas, tubuhnya mirip tubuh manusia yang kurus kering seperti mummy, kukunya panjang bisa mencapai 2 cm lebih, panjang rambutnya biasanya melebihi panjang tubuhnya, matanya hitam tak mempunyai putih mata, tidak bisa berkedip alias selalu melotot. Wajah BK menyeramkan hampir mirip seperti topeng leak Bali tetapi berwarna hitam kelam. Sekitar tahun 1993 penemuan BK menghebohkan masyarakat hingga pernah di tes DNA oleh pakar medis UI, ternyata memiliki struktur kromosom yang mirip manusia. Pernah terjadi polemik tentang asal usul BK, di satu pihak dikatakan sebagai rekayasa belaka. Di lain pihak BK diyakini sebagai wujud manusia yang tengah mengalami hukuman Tuhan. Saya pun tak pernah ingin dan penasaran untuk mengungkap apa atau siapa sejatinya BK itu, sebab bagi saya pribadi “benda” itu tak memiliki keistimewaan apapun. Sebaliknya lebih banyak saya mendengar cerita buruk dari kisah BK yang dialami para pemiliknya atau pada saat benda tersebut dipamerkan di mal-mal. Misalnya, seorang pengunjung menatap mata BK kemudian tiba-tiba kesurupan. Rambut dan kuku BK atau Jenglot juga dapat tumbuh semakin panjang. Sehingga sejak itu setiap kali BK dihadirkan dalam ruang pameran pada khalayak matanya selalu ditutup isolasi warna hitam. BK juga harus diberi makan berupa darah golongan O dicampur minyak wangi, jenglot mampu menghabiskan 50 ml per 3-8 jam. Maka bagi pemilik BK, pada saat-saat tertentu harus membeli darah golongan O di PMI dan dicampur minyak wangi jenis tertentu lalu diberikannya kepada BK melalui saluran infuse yang ditempelkan ke dalam mulut BK. Entah benar atau tidak, ada lagi cerita bahwa BK ini dapat mendatangkan (mengganti) uang dalam jumlah hingga 2-4 milyar rupiah apabila “disempurnakan” oleh seorang Kyai di Ponpes Gontor di daerah Ponorogo. Maka jenis benda pusaka ini sering menjadi buruan orang-orang yang mempercayainya. Selain katanya karena khasiat atau keampuhannya yang dahsyat. Semua cerita itu menjadikan BK memiliki nilai ekslusif dan berharga mahal hingga ratusan juta bahkan milyaran rupiah.
Terlepas dari semua cerita di atas, saya mengalami peristiwa secara tidak sengaja, terjadi pada 1 Januari tahun 2007 di Jakarta. Peristiwa ini saya anggap mempunyai pelajaran yang sangat berharga, dapat membuka makna akan rahasia gaib dan sangat berarti dalam memahami hakekat kehidupan ini secara lebih mendalam.

“PENAMPAKKAN” DI BALIK RUMAH RUNTUH

Saat itu bertepatan dengan malam tahun baru 2006/2007 kami semalam mengundang group musik keroncong untuk berdendang bersama rekan-rekan. Semalam kami berdendang hingga habislah suara buat cuap-cuap menjadi penyanyi dadakan semalam. Paginya sekitar jam 10.00 wib kami dikejutkan oleh gemuruh rumah runtuh yang berasal dari bangunan rumah tepat di depan tempat kami tinggal. Rumah satu lantai tetapi menjulang tinggi seolah berlantai dua. Kami berusaha menolong para penghuninya, dan ternyata yang ada dirumah itu seorang ibu rumah tangga yang kami kenal sebagai pemilik rumah tersebut. Walaupun keadaannya di seluruh badannya sudah penuh dengan debu reruntuhan, sehingga seluruh tubuhnya berwarna putih kecoklatan, tetapi masih bersukur terhindar dari maut. Sementara rumahnya masih dalam keadaan bahaya karena sebagian bangunannya yang masih berdiri kemungkinan akan segera menyusul roboh. Ibu tersebut kami suruh berlindung dahulu ditempat kami. Para tetangga berkerumun tetapi takut untuk mendekati rumah itu karena khawatir akan terjadi runtuh susulan. Setelah dua jam para tetangga membubarkan diri, keadaan telah sepi tinggal kami berempat. Saya kaget, tiba-tiba di balik reruntuhan rumah itu muncul “penampakan” sosok lelaki yang kami ketahui sebagai tukang ikan di pasar terdekat. Kami kaget kok ada orang lain di dalam, padahal menurut si Ibu empunya rumah dia berada sendirian di dalam rumah karena suaminya baru singgah di rumah istri ketiganya…wah wah, kasian betul..ibu ini, pikir kami.sudah dimadu, eh ternyata rumahnya malah runtuh. Tanpa mau berapriori, lelaki itu kami panggil agar menjauh dari rumah itu dan berlindung di rumah kami. Ia melompat pintu pagar yang keadaannya digembok dari dalam. Teman kami lihat lelaki itu datang masuk “rumah runtuh” itu sejak semalem kira-kira jam 21.00 wib. Saya hanya berfikir mungkin tukang ikan ini semalem hingga jam 10.00 pagi saat kejadian runtuh, ia sedang mbethet-i (membersihkan) iwak paus sing guedhe tenan, sehingga belum kelar hingga paginya..gitu aja. Yaah..tukang ikan yang mendapat dua kemujuran..patut “disukuri” he he !! kemujuarannya apa saja silahkan anda berandai-andai sendiri yah.

TAMU MISTERIUS DI MALAM HARI

Kembali keee..laptop. Hari sudah gelap, sepi, gerimis rintik-rintik, rumah runtuh yang mirip seperti rumah hantu, berantakan, gelap tak berlampu. Semua penghuninya sudah mengungsi, si Ibu empunya rumah telah dijemput suami yang sejatinya…ehm. Waktu menunjukkan jam 20.00 malam, tak ada angin tak ada gempa, tiba-tiba muncul suara menderit kencang diikuti suara yang lebih bergemuruh ketimbang tadi pagi. Runtuh susulan pikirku. Benar saja, rumah itu bener-bener ambruk, padahal rumah besar itu baru berumur sekitar 8 tahun sejak dibangun.
Jam 22.00 wib. Nggak tahu, kenapa tiba-tiba di kompleks perumahan kami suasananya malah menjadi semakin sepi mencekam, anak-anak kecil biasanya masih berada di taman bermain sebrang rumah. Tapi kali ini sungguh mencekam apalagi bagi anak-anak. Listrik tiba-tiba mati lampu. Gelap, hitam pekat. Lalu terdengar suara seseorang, sepertinya suara seorang kakek-kakek dengan suara bergetar. “kulanuwuuun…den..!” Saya bergegas ke depan rumah yang sepi dan gelap tak terdengar suara angin dan binatang satu pun. Tampak sosok laki-laki itu berdiri di depan pintu. Anehnya..pakaiannya seperti zaman ratusan tahun yang lalu. Siapa gerang kakek ini. Rambutnya telah memutih semua, kulit menghitam keriput, kurus kering, tampak tonjolan tulang belulangnya, agak bungkuk, tetapi baunya seperti ratus (dupa manten).
Saya berfikir, ini bukan lah manusia sembarangan. Saya bertanya pada kakek itu dengan bahasa Jawa halus, ..”Kakek siapa, hendak ke mana, ada perlu apa, adakah yang bisa saya bantu ? kakek itu diam sejenak, sorot matanya sangat tajam memandangku, aku menangkap getaran energi yang sangat besar. Hmmm..kakek ini bener-bener orang linuwih, gumamku dalam hati. Pelan, kakek itu mengeluarkan kata-kata dalam bahasa sansekerta dan Jawa Kawi yang kurang jelas dalam pendengaranku. Aku coba menangkap maksud kakek itu dengan mengerahkan ingatan kosa kata sansekerta dan Jawa Kawi, serta mencoba translasi secara batin. Ternyata kakek itu ingin ikut bersamaku. Belum sampai aku menjawab maksud kakek itu, lalu aku mendengar suara istriku dari dalam kamar, …jangan ikut kami mbah..jangan masuk, silahkan di luar saja ! Aku menangkap apa yang dimaksud istriku. Lalu aku tanyakan..”kakek anda siapa ? Nah..kakek itu menjawab..”saya empu Suna..nak ! Empu pikirku ??? bukankah seorang empu lazim menjadi sebutan nama di masa ratusan tahun yang lalu ? Kami coba lebih konsentrasi lagi, Oh..ternyata..anda itu manusia yang hidup ratusan tahun yang lalu. Si kakek bukanlah badan wadag tetapi badan halus. Lalu aku tanyakan, “..di mana jasad empu dikubur ? jasadku ada di atas lemarimu nak..! Aku bergegas memeriksa di atas lemari di kamarku. Ternyata istriku sudah mengulurkan tangannya, menyerahkan seonggok benda berujud jenglot (BK) kepadaku. “Inikah jasadmu kek ?, tanyaku. Mpu Suno mengangguk. Mpu..terimakasih sampeyan ingin ikut bersama kami, tetapi maafkan kami, seyogyanya Mpu tidak ikut bersama kami, ikut saja orang lainnya mungkin akan membuat Mpu lebih nyaman. Kira-kira apa yang bisa kami lakukan untuk anda..? Kakek itu tampak mengeluarkan air mata. Aku sebenarnya tidak tega, tetapi aku merasa tidak nyaman saja diikuti Mpu Suno.

MPU SUNO BERKISAH MEMILUKAN

Tiba-tiba saja Mpu Suno lenyap dari pandangan mataku. Listrik yang padam kembali menyala. Tetapi jasadnya yang berujud BK aku bungkus kain kafan kemudian ku taruh di atas lemari. Aku masih berfikir harus bagaimana bersikap. Besok malamnya, sekitar jam 00.00 Mpu Suno hadir kembali. Aku lihat ia menunggu di teras depan rumah. Ku hampiri Mpu Suno, sekalian kubawakan teh manis untuknya. Tapi Mpu Suno menolak…”terimakasih nak, saya sudah tak bisa makan minum seperti manusia umumnya, melainkan harus makan (minum) darah, bukan darah manusia tetapi darah binatang di mana saja yang dapat saya ketemukan.
“Kenapa Mpu Suno nasibnya sedemikian rupa, dan sampeyan hidup pada abad berapa ?. Jawab Mpu,”..aku hidup kira-kira sudah 1400 tahun yang lalu nak, saya termasuk orang yang sangat sakti mandraguna sulit mencari tandingannya. Karena kesaktianku yang sangat tinggi itu membuat ku merasa takabur, menjadi tak percaya lagi pada Hyang Wisesa (Tuhan). Selain itu aku juga memiliki ilmu keabadian, agar supaya badanku kekal tak akan mati. Aku berfikir dan bertanya dalam hati, tiap orang semakin tua usianya maka badannya semakin pendek dan mengecil pula, apakah Mpu Suno yang panjang badannya hanya tinggal 5 cm itu karena sudah hidup selama 1400 an tahun ? entahlah.
Aku beranikan diri untuk bertanya,”Mpu…kenapa anda tidak meninggal dunia hingga saat ini ? Jawab Mpu Suno mengejutkan,”…hingga saat ini aku tak bisa mati nak, tetapi keadaanku sangat tersiksa, aku tak bisa makan selain darah yang menjijikkan, aku tak bisa mati dan bumi pun menolak jasadku, sehingga jasadku tak membusuk dan hancur kembali menjadi tanah. Semua sudah menjadi karma Hyang Suksma atas semua kesalahanku yang teramat berat mengingkari Hyang Suksma dan “gegulangan” ilmu keabadian. Maka setiap hari tiada henti aku hanya memohon ampunan kepada Hyang Suksma supaya bisa mati, dan jasadku diterima bumi.

MEMINTA “DISEMPURNAKAN”

Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk Mpu Suno ? Jawabnya,”…nak…jika berkenan, mungkin orang seperti istrimulah yang bisa menolongku ? menolong bagaimana Mpu ? tanyaku kepada BK yang namanya Mpu Suno itu. Mpu Suno melanjutkan, ”…menolongku untuk memohonkan ampunan kepada Hyang Wuhud (menyempurnakan) agar aku bisa mati. “Baiklah Mpu, kami akan berusaha menolongmu, tetapi semua tentu tergantung kemurahan Gusti Allah”, sergahku. Mpu Suno menyergah juga, “..Allah itu siapa nak ? Lho..Mpu tidak tahu to, Gusti Allah itu Tuhan pencipta alam semesta. Oo, maaf nak, di jamanku dahulu tidak pernah mendengar nama itu, aku sekarang mengerti, Gusti Allah itu tidak lain Hyang Wuhud Hyang Suksma, hanya berbeda cara menyebut manusia jaman dahulu dan sekarang.
Entah kenapa tiba-tiba Mpu Suno menghilang lenyap. Aku terheran-heran, ini bukan mimpi bukan juga khayalan. Mengapa bisa terjadi dan kualami hal aneh seperti ini. Aku menyesal lupa tidak aku tanyakan, mengapa kehadiran Mpu bersamaan dengan peristiwa rumah ambruk itu ??? adakah kaitannya ??
Belum lama aku berfikir dan bertanya dalam hati, dan siap melangkah masuk rumah, tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang ganjil di belakangku, aku toleh kebelakang rupanya Mpu Suno datang lagi dan berkata, “…nak, aku di sini karena dahulu aku dimiliki si …. (Mpu Suno menyebutkan nama suami si Ibu empunya rumah ambruk). Aku dijual dengan harga ratusan juta kemudian uang hasil penjualan jasadku dibelikan rumah yang sekarang ambruk itu. Aku tak bisa berkata-kata lagi, hanya terkesima. Dan Mpu Suno tahu-tahu sudah lenyap lagi.
Aku beranjak masuk ke dalam rumah, kuceritakan pada istri kejadian tadi, tetapi rupanya istriku sudah mengetahui juga. Malah sudah menyusun rencana kapan akan mencoba “menyempurnakan” Mpu Suno. Dipilihlah hari Senin untuk melakukan doa penyempurnaan. Aku tak pernah tahu dan tak menguasai bagaimana doa, rapalan, mantra penyempurnaan (permohonan ampunan) itu. Namun di hari Rabu jam 21.30 wib, Mpu Suno datang lagi saat aku nyetir di jalan tol menuju arah Bintaro sektor 9. Ia mengatakan jika besok hari Sabtu Pahing sudah akan “pergi”. Pergi ke mana aku masih mikir-mikir agak telmi. Mungkinkah Gusti Allah sudah menerima permohonan ampunan ini, sehingga Mpu Suno sudah akan “pergi”. Mudah-mudahan begitu. Istriku pun belum tahu apakah doanya dikabulkan Gusti Allah atau tak dikabulkan. Karena memang belum melihat tanda-tanda “isyarat” dari Tuhan. Sabtu Pahing, sebagai hari yang paling tepat untuk menyempurnakan semacam BK. Misteri Sabtu Pahing, memang acap kali ada hal-hal berhubungan dengan jenglot atau BK selalu tepat hari Sabtu Pahing, tetapi aku tak mengerti mengapa bisa demikian. Entahlah.

SETELAH MENDERITA 1400 TAHUN MPU SUNO DITERIMA BUMI & TUHAN
Hari Sabtu Pahing yang ditunggu-tunggu akhir datang juga. Waktu menunjukkan jam 20.00 wib, aku merasakan hal aneh dan ingin sekali keluar menuju halaman rumah. Benar, ternyata Mpu Suno sudah menunggu di sana. Ku coba mendekati Mpu Suno berdiri di sudut taman rumah tepat di samping pohon rindang tabib buya dan melati yang sedang berbunga lebat dan harum semerbak baunya. Tempatnya memang agak gelap karena tak tertimpa sinar lampu taman. Ia sepertinya ingin sekali menyampaikan sesuatu kepadaku. Benar saja, Mpu Suno menyampaikan pesan sebagai berikut;
“..nak, andai kelak menjadi orang pinunjul dan sakti seberapapun besar kesaktian hendaknya jangan sampai seperti saya yang lupa diri tidak mengakui Gusti Allah (kali ini Mpu mengikuti istilahku), apalagi gegulangan ilmu keabadian”. Akhirnya aku dapatkan karma, sekian ribu tahun hanya penyesalan yang ada, selalu mohon ampunan kepada Tuhan tak pernah aku dapatkan. Mungkin kali ini sudah menjadi garisNya aku bertemu angger dan istri.
Aku sempat bertanya apa yang menjadi pikiranku sedari tadi,”..apakah Mpu Suno telah cukup menebus semua kesalahan dengan penderitaan ribuan tahun lamanya, sehingga kelak di sana Mpu sudah lepas dari alam pembalasan ?” Oh, tidak nak angger…aku baru dikabulkan bisa mati saja sudah merupakan kanugrahan agung. Kelak aku belum tahu nasibku, aku merasa tetap akan mempertanggungjawabkan semua perbuatanku di alam pembalasan. Aku tak bisa balas budi kepada istrimu dan nak ngger, Gusti yang akan membalas kebaikan semuanya.
Sebelum berpisah, kiranya apakah aku boleh bertanya kepada Mpu ? Rupanya Mpu sudah membaca pikiranku, lalu menyergah dengan jawaban yang betul-betul aku tunggu, “nak..aku ini setiap saat yang ada hanya penyesalan, hanya memohon ampunan Gusti saban hari tiada henti. Cerita-cerita tentang sebangsaku yang dianggap benda keramat dan pusaka ampuh, itu tidak benar, atau bisa menukar dengan uang bila disempurnakan, itu semua tidak benar, sebangsaku ini tak bisa berbuat apa-apa lagi nak…! aku diperjualbelikan karena bodohnya manusia sendiri. Memang ada sebangsaku yang tetap tidak “eling” sehingga tetap saja neko-neko mau dipiara manusia hanya demi mendapatkan makan”. “Nak…sekali lagi terimakasih, aku sekarang hendak “pergi” Gusti Allah telah berkehendak memanggilku”. Selamat tinggal nak, ingat pesanku yang satu, selalu eling dan waspada, jangan sampai menjadi manusia seperti aku ini, mengejar nafsu adigang adigung adiguna, sombong kepada Gusti, dan ternyata berakhir dengan penderitaan berat sepanjang masa”. Kini bumi telah bersedia menerima jasadku”.
Tiba-tiba bayangan Mpu Suno raib. Mpu Suno telah pergi meninggalkan dunia. Aku teringat benda berujud jenglot atau BK yang kuletakkan di atas lemari. Bergegas aku masuk kamar, kuperiksa jenglot di atas lemari ternyata juga sudah raib entah ke mana.

(sabdalangit)

Memahami Seputar Harta Karun

GUBHUG REYOTT™ | Memahami Seputar Harta Karun,Pertama-tama, penting Saya tegaskan bahwa tulisan berikut bukan bermaksud memancing apalagi menganjurkan para pembaca untuk mencari dan berburu harta karun. Tujuan tulisan ini untuk sekedar berbagi kawruh sekaligus mengkritisi berbagai kejadian dan kecenderungan beberapa orang selalu berburu harta karun. Sebaliknya, agar sedulur-sedulur jangan sampai menjadi salah satu korban mafia harta karun yang targetnya menguras harta benda si korban dengan modus operandi berlagak membantu mencari, mengaku-aku mampu melakukan ritual pengangkatan harta karun. Padahal target sesungguhnya adalah memperoleh “proyek ongkos”. Habis manis sepah dibuang. Setelah terkuras harta bendanya, kemudian si korban akan ditelantarkan.


Sebagian orang seringkali mudah diperdaya oleh mafia harta karun karena pelaku kejahatan memanfaatkan situasi dan kondisi perekonomian yang cenderung semakin sulit, semakin kompleksnya ragam tuntutan hidup di zaman sekarang ini, ditambah semakin mahalnya beaya hidup. Sementara itu daya beli dan kesejahteraan masyarakat justru semakin lemah. Wajar saja jika banyak orang ingin memenuhi segala kebutuhan melalui cara yang praktis dan disangkanya tidak beresiko besar. Tulisan ini saya buat sekaligus sebagai jawaban atas banyaknya email masuk menanyakan seputar harta karun, penggandaan uang, penarikan emas dan sejenisnya. Saya tidak memvonis orang-perorang, justru timbul rasa welas. Kalau kondisinya tidak kepepet pastilah orang akan menempuh jalur yang lebih mudah dan sudah lazim ditempuh. Mudah-mudahan dulur-dulur bisa mengambil manfaat dari tulisan ini, semakin jeli, mampu berfikir kritis dengan penalaran yang sehat untuk melihat peluang ekonomi.

PENGERTIAN HARTA KARUN

Benda-benda yang mempunyai nilai atau harga dan dapat ditukar dengan mata uang resmi. Dapat berupa berbagai macam benda misalnya ; uang serta benda-benda seni dan budaya, peralatan rumah tangga, alat perang, alat bercocok tanam, yang terbuat dari bahan baku emas, tembaga, perunggu, perak, gerabah, keramik dan porselin, jenis bahan bebatuan, atau bahan baku kuningan jika diuangkan memiliki nilai tinggi. Harta tersebut besar kecil nilainya ditentukan dari jenis bahan bakunya atau bisa juga nilai sejarah dan usianya yang kemudian disebut barang antik. Bahkan bisa juga dinilai dari perspektif kesakralan dan tuahnya. Walaupun barang atau benda-benda di atas dapat dikategorikan sebaga harta karun yang tidak jelas pemiliknya, bukan berarti harta karun menjadi tak bertuan atau tak ada lagi si pemiliknya. Jika kita mengambil harta karun yang si pemilik sah sudah tidak jelas juntrungnya, ada kemungkinan hal itu hanya membebaskan kita dari hukum positif pencurian dan perampasan saja. Tetapi secara metafisis belum tentu demikian.

JENIS HARTA KARUN

Saya membedakan harta karun menjadi dua jenis berdasarkan eksistensinya. Yakni harta karun wèntèh atau fisik dan harta karun mâyâ atau non fisik.

A. Harta Karun Wèntèh

Harta karun wèntèh atau wantahan adalah harta benda berharga yang berujud nyata (fisik) dan tidak bertabir misteri kekuatan gaib. Harta karun jenis ini biasanya mudah ditemukan oleh siapapun yang sedang beruntung menemukannya. Bisa ditemukan oleh orang yang secara sengaja mencari atau memang kebetulan saja. Saya katakan jenis harta karun wèntèh karena tidak ada selubung misteri. Sebaliknya mudah dilihat secara visual dengan mata wadag. Untuk mengambil jenis harta karun fisik tidak perlu menggunakan cara khusus, tetapi bisa memanfaatkan peralatan canggih semacam sonar logam untuk melacak posisinya dan dibutuhkan peralatan moderen maupun tradisional untuk mengambilnya. Yang tergolong jenis harta karun fisik biasanya harta yang dulunya pernah dimiliki oleh bukan orang sakti, bisa milik sebuah dinasti, pemerintahan, penjajah di masa lalu, atau bahkan milik pribadi yang pernah hidup di masa lalu. Harta karun biasana disimpan di dalam gua-gua, atau ditimbun di suatu tempat misalnya di bukit, gunung, dasar sungai, pemakaman dsb. Ada pula harta karun rampasan perang, juga harta karun yang hilang akibat terjadi suatu peristiwa. Termasuk pula harta karun yang ditinggalkan oleh seluruh pemiliknya yang tewas karena suatu kecelakaan misalnya tenggelamnya kapal laut yang sedang membawa berbagai macam harta benda.

B. Harta Karun Mâyâ (Gaib)

Yang saya maksud harta karun mâyâ yakni harta karun non fisik atau gaib. Ada secara fisik tapi terselubungi oleh tabir gaib sehingga menjadi tidak tampak jika dilihat dengan mata wadag atau mata telanjang. Harta karun mâyâ biasanya dulunya dimiliki oleh orang-orang sakti atau orang yang memiliki kemampuan supernatural pada saat masih hidup hingga setelah pindah dimensi metafisik. Harta karun ini benar-benar ada dan bisa berwujud fisik. Harta karun mâyâ atau non fisik akan selalu tersembunyi dan terselubung oleh tabir misteri yang tidak mudah dilihat dengan mata wadag. Hanya orang-orang tertentu yang mampu atau malah orang polos yang secara tidak sengaja melihatnya. Namun ada juga seseorang yang memang dikehendaki oleh si pemilik atau penjaga harta karun untuk bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Selain sulit dilihat secara fisik, harta karun mâyâ atau non-fisik tidak hanya sulit dilihat namun juga tidak bisa disentuh secara fisik sebelum dilakukan suatu upaya untuk membuka tabir gaib yang menyelimutinya.

BENTENG GAIB

Tabir gaib yang menyelimuti harta karun mâyâ bukanlah kebetulan. Tetapi memang disengaja agar tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Sengaja dibuat mâyâ oleh pemilik harta karun dengan tujuan untuk menyimpan, menyembunyikan dan melindungi agar supaya harta karun tidak dijarah orang. Sejauh ini yang saya ketahui ada beberapa sumber yang dapat menjadikan harta karun menjadi bertabir gaib.

1. Dilakukan oleh pemiliknya sendiri

Biasanya pemilik adalah orang-orang sakti, mulia, luhur dan dulunya sewaktu hidup adalah seorang pemimpin atau raja. Ada banyak cara atau teknik untuk menyembunyikan harta karun dengan tabir gaib. Di antaranya menggunakan ubo rampe seperti : daun kluwih, klaras, daun singkong dan lain-lainnya. Tentu saja tidak asal menutup begitu saja dengan menggunakan sarana tersebut. Melainkan dengan kemampuan lebih atau kekuatan supernatural power. Bahkan harta karun umumnya mempunyai pagar yang berlapis-lapis. Diantaranya ditutup dengan lapisan “password” gaib yang hanya diketahui oleh pemilik harta karun.

2. Penjagaan Berlapis

Setelah ditutup dengan tabir gaib oleh pemiliknya, terkadang masih ada lagi penjaga harta karun mâyâ yang terdiri berbagai jenis mahluk halus dengan kemampuan atau kesaktian yang paling rendah hingga paling tinggi. Mereka seperti membentuk lapisan-lapisan pagar. Mereka ditugaskan sebagai penjaga harian, berada di garda paling depan atau sekelas prajurit saja. Ada pula penjaga harta karun mâyâ berujud naga, ular besar, atau genderuwo, raksasa, dan beragam mahluk halus lainnya. Tetapi jangan salah dan asal menuduh, mereka sesungguhnya bukanlah mahluk jahat. Mereka hanya ditugaskan untuk menjaga harta karun, atas perintah pemiliknya atau karena atas suka rela mereka sendiri. Tetapi mahluk halus memiliki kesetiaan luar biasa, bukan seperti bangsa manusia yang terkadang berkhianat. Di dalam diri mahluk halus tidak ada watak pengkhianat. Jika berkata ya atau sanggup, artinya sebuah harga mati untuk setia melaksanakan tugas. Jika sudah berkata tidak, tidak ada lagi bujuk rayu yang mempan meruntuhkan keteguhan hatinya.

Pertanyaannya sekarang, kenapa pemilik harta karun masih berkenan menjaga harta karunnya, padahal mereka sudah hidup di dimensi yang abadi ? Penjagaan menjadi penting jika menyangkut harta benda bernilai tinggi. Dijaga agar tidak diambil oleh sembarang orang, apalagi digunakan untuk kepentingan pribadi dan merusak tatanan dan ketertiban hukum, maupun ketertiban sosial. Penjagaan bertujuan agar harta karun tidak jatuh ke tangan orang yang salah. Pemilik harta karun yang sudah menjadi leluhur sangat tahu akan dipergunakan untuk apa assetnya suatu saat nanti. Suatu ketika, jika sudah tiba saatnya untuk dikeluarkan, penerima yang dikehendaki akan diberikan wisik atau petunjuk langsung oleh pemiliknya sendiri. Biasanya akan jatuh kepada anak turunnya sendiri, atau ke tangan orang yang bisa dipercaya membawa tugas mulia. Dan tak akan jatuh ke tangan orang asing yang tidak dikenalnya.

3. Penguasaan oleh Bangsa Halus

Harta karun mâyâ atau non-fisik bisa pula berasal dari harta karun fisik yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya namun kemudian dikuasai dan dijaga oleh bangsa halus jenis siluman, gendruwo, jim periprayangan. Bangsa halus tersebut biasanya hanya menguasai dari jenis benda fisik yang terbuat dari bahan baku emas. Benda yang sudah berada di bawah penguasaan makhluk halus dengan sendirinya akan sirna dari pandangan mata wadag.

Ragam Wujud Harta Karun & Letaknya

Wujud harta karun jenis emas sangat beragam bentuknya. Ada yang berupa uang ori Wilhelmina, lempengan dengan berbagai ukuran, perhiasan maupun berupa perabotan rumah tangga terbuat dari emas. Ada yang masih utuh ada pula yang sudah remuk. Soal jumlahnya juga sangatlah bervariatif. Sedangkan letak harta karun mâyâ biasanya terkubur di bawah permukaan tanah. Bisa di dalam rumah, di dasar sungai, di tempat-tempat wingit, atau di sekitar pemakaman. Harta karun mâyâ walau digali tetap saja tidak akan tampak jika dilihat dengan mata wadag. Sementara itu harta karun wèntèh terdapat di berbagai lokasi yang beragam pula misalnya dasar laut, sungai, telaga, kolam, di dalam bangunan, bisa juga posisinya terkubur. Tetapi jika digali langsung akan terlihat oleh mata wadag.

PROSES MEMPEROLEH HARTA KARUN

Saya ingin berbagi sedikit pengetahuan yang sejauh ini saya ketahui soal paugeran dan seluk-beluk harta karun agar dapat dijadikan pedoman atau rambu-rambu bagi para pembaca yang budiman, sedulur-sedulur di manapun berada, semoga berguna untuk menghindari aksi tipu daya yang dilakukan oleh mafia harta karun.

Petunjuk. Sebelum harta karun mâyâ diketahui di mana posisinya berada, biasanya terlebih dahulu ada seseorang yang mendapatkan petunjuk secara gaib. Bisa melalui mimpi maupun secara tidak sengaja melihat dengan mata wadag penampakan harta karun di atas permukaan tanah di lokasi harta karun itu berada atau di suatu tempat tertentu. Sebaliknya bagi seseorang yang memang sengaja bernafsu memburu harta karun malah akan kesulitan mendapatkan petunjuk. Penting untuk dicatat, walaupun sudah ada petunjuk bukan berarti seseorang pasti akan kesinungan atau terpilih untuk mendapatkannya.
Perintah. Selain melalui mimpi dan melihat secara tidak sengaja, keberadaan harta karun terkadang didapat melalui sebuah pralampita yang disampaikan oleh leluhur. Informasi keberadaan harta karun yang disampaikan oleh leluhur biasanya ada suatu tujuan khusus. Leluhur memberikan perintah atau dhawuh untuk memprosesi harta karun agar bisa diangkat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Penting dicatat, walaupun ada perintah untuk memprosesi, bukan berarti pasti berhasil mendapatkan harta karun, karena seseorang bisa mendapatkan atau tidak tergantung bagaimana menata perilakunya dan syarat yang harus disiapkan.
Secara Tidak Sengaja (Keparingan). Cara mendapatkan harta karun ini yang paling sering terjadi dan paling wajar, lumrah dan masuk akal. Misalnya kita sedang berkunjung ke suatu tempat misalnya candi atau tempat sakral, kemudian di lokasi tersebut kita mendapatkan sesuatu harta karun misalnya lempengan emas atau perhiasan emas, atau cuilan perhiasan dan alat-alat rumah tangga. Jenis harta karun yang didapat secara tidak sengaja itu ada dua kemungkinan, harta karun mâyâ atau bisa jadi harta karun wèntèh. Tetapi hal itu tidaklah penting. Yang jelas kita menjadi orang yang terpilih, atau kesinungan, untuk keparingan harta berharga dari pemilik atau penguasa harta karun yang ada di lokasi tersebut. Karena memang sudah kesinungan untuk keparingan, kita menjadi tidak perlu repot-repot menjalankan suatu rangkaian prosesi ritual. Apa adanya dan seadanya saja kita menerima harta pemberian tersebut. Memperoleh harta karun mâyâ secara tidak sengaja ini yang lebih sering dialami orang.

PENTINGNYA MEMAHAMI PAUGERAN

Banyak sekali informasi soal harta karun secara sepenggal-sepenggal, lebih celaka lagi sudah sepenggal-sepenggal dan tidak proporsional. Hal itu menjadikan pemahaman yang simpang siur. Untuk itu saya berharap tulisan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih proporsional dan tepat. Sehingga kita semua menjadi lebih bijaksana dalam bersikap.

Apa Yang Terjadi Di Balik Harta Karun ?

Ini yang harus dipahami oleh siapapun yang sedang atau ingin memperoleh harta karun, khususnya harta karun mâyâ. Harta karun biasanya ada pemiliknya dan ada yang menjaganya. Terlebih harta karun mâyâ pemiliknya pun sudah berada di dimensi lain. Yang menjaganya pun bukan lagi mahluk fisik tetapi ada di dimensi halus. Banyak sekali paugeran yang harus dipatuhi. Jika paugeran dilanggar, resikonya minimal seseorang tidak akan berhasil mendapatkannya, habis uangnya, dan resiko paling berat adalah berujung kematian. Untuk itu selangkah demi selangkah harus kita pahami apa yang terjadi di balik misteri harta karun mâyâ.

1. Memohon Ijin. Bagi siapapun yang berniat mengangkat harta karun mâyâ jangan pernah merasa percaya diri karena alasan merasa cukup ilmu, kesaktian dan kemampuan. Bersikaplah rendah hati dan pasrah. Sebelum memprosesi pengangkatan harta karun pertama-tama yang harus dilakukan adalah minta ijin kepada pemilik dan penjaga harta karun mâyâ. Anda harus punya kemampuan untuk men-tayuh terlebih dahulu dengan harapan dapat mengetahui siapa pemilik dan penjaganya. Jika ada respon, artinya bisa berkomunikasi dengan Pemilik atau penjaganya barulah menyampaikan maksud dan tujuan misalnya meminta harta karun mâyâ seikhlasnya, dan peminta tidak bisa mendikte menentukan jumlah yang akan diperoleh. Respon itu barulah merupakan langkah awal. Jawaban yang diberikan oleh “pemilik” maupun “penjaganya” di antara dua : bisa ya, bisa tidak ! Jika permohonan ditolak, berarti sudah lah, urungkan saja keinginan Anda memperoleh atau menguasai harta karun. Siapapun tidak akan bisa memaksa untuk memiliki harta karun mâyâ jika tanpa seijin pemilik dan penjaganya. Bila Anda berani memaksa mengambil karena merasa memiliki kekuatan dan kemampuan yang besar, pasti akan ada kejadian fatal menimpa diri Anda. Meskipun demikian, terkadang orang nekat saja melakukan penggalian suatu tempat yang diduga terdapat harta karun. Perbuatan itu tidak akan berguna, bahkan sebaliknya akan mencelakai dirinya sendiri.

2. Kekuasaan Penuh ada pada Pemilik & Penguasa Harta Karun. Tidak ada orang sesakti apapun yang bisa memaksa memiliki atau merebut harta karun mâyâ tanpa adanya ijin dari pemilik dan penjaganya. Jikalaupun Anda sangat sakti dan bisa mengalahkan Pemilik dan penjaga harta karun mâyâ, tentu saja pemilik dan penjaga akan melakukan antisipasi untuk memindahkan harta karun di suatu tempat yang tidak akan Anda ketahui. Pemindahan dilakukan dalam waktu sekejap pun bisa saja terjadi.

3. Dilindungi Password Khusus. Menyimpan, menyembunyikan, mengamankan harta karun mâyâ akan dilakukan oleh pemilik dan penjaga harta karun tersebut. Dengan berbagai lapisan pagar seperti yang sudah saya singgung sepintas di awal. Pagar yang paling sulit ditembus berupa “password” khusus yang hanya diketahui oleh Pemilik. Password biasanya berupa suatu mantera. Dan mantera ini tidak bisa dibongkar atau dibandrek dengan password apapun lainnya, apalagi dengan “password” berupa doa-doa impor. Bagaikan gembok dengan anak kuncinya. Gembok tidak bisa dibuka menggunakan anak kunci palsu. Namun “anak kunci” gembok gaib ini tak bisa digandakan atau dibandrek.

4. Meminta Sesuai Palilah. Sekalipun Anda telah diijinkan oleh Pemilik harta karun. Anda tidak akan bisa mengatur seberapa banyak harta karun mâyâ yang anda inginkan. Berapa banyaknya tergantung palilah atau kehendak ikhlas si Pemilik untuk memberikan harta karun kepada Anda.

5. Petunjuk & Dibimbing Langsung. Bagaimana tata cara menggunakan uborampe atau syarat-syarat ritual akan dibimbing langsung oleh Pemiliknya. Jika Anda diijinkan, Anda akan dibimbing langsung oleh Pemiliknya sendiri, berisi petunjuk bagaimana prosesi atau ritual yang harus dijalani agar harta karun mâyâ bisa diangkat atau diwujudkan. Anda akan dibimbing kapan waktu yang tepat untuk melakukan prosesi ritual. Berapa lama waktu yang dijalani sampai harta bisa benar-benar berhasil diangkat, dan kapan waktunya untuk melakukan ritual atau prosesi, kita juga tidak bisa menentukan sendiri. Pemilik akan membimbing dan menuntun kita secara langsung melalui pralampita dan dawuh. Anda tak bisa merekayasa sendiri, atau mengunakan uborampe dan persyaratan yang Anda bikin sendiri. Itu akan sia-sia saja. Anda hanya bisa menentukan sendiri kapan waktunya pada saat pertama kali melakukan maneges atau men-tayuh-nya, untuk memperoleh jawaban siapakah pemilik dan apakah diijinkan untuk meminta harta karun.

5. Berbagai Syarat. Selain “password” gaib yang merupakan produk lokal. Harta karun mâyâ masih dilindungi oleh berbagai lapisan pagar gaib (selain penjaga), di antaranya berupa bermacam syarat dan uborampe. Misalnya daun kluwih, daun singkong, klaras, kunyit, bunga-bunga dan lain sebagainya. Apa saja uborampe dan syarat-syarat yang harus disiapkan akan diberi tahu langsung oleh Pemilik harta karun mâyâ.

6. Tak Ada Tumbal Nyawa. Pada dasarnya mengangkat atau usaha untuk memperoleh harta karun tidak memerlukan tumbal nyawa manusia. Jika sampai ada kejadian korban nyawa manusia bukan berarti penjaga harta karun minta tumbal. Tetapi itu disebabkan oleh something it’s wrong, misalnya ada paugeran-paugeran yang dilanggar oleh peminta harta karun mâyâ itu sendiri.

7. Sudah Dikehendaki Pemilik. Inilah cara mendapatkan harta karun mâyâ yang paling aman dan mungkin ada harapan untuk berhasil mendapatkannya. Yakni melalui jalan petunjuk gaib, yang dialami oleh seseorang. Namun tetap harus hati-hati dan waspada terhadap klaim para mafia sebagai pembawa amanat untuk Anda. Karena petunjuk gaib tidak pernah dilewatkan melalui orang lain. Kita sendiri akan mendapatkan petunjuk langsung entah lewat mimpi atau interaksi langsung dengan gaib. Apabila leluhur berkehendak menuntun kita, alangkah beruntungnya diri kita. Sebab leluhur tak pernah mempersulit orang-orang yang dijangkung dan dijampanginya. Kalaupun ada uborampe atau syarat-syarat perlengkapan yang dibutuhkan, asalkan tulus, syarat atau uborampe untuk prosesi pun akan mudah kita dapatkan, walaupun sesuatu yang sangat langka.

PAUGERAN PENTING

Setidaknya enam poin di atas menjadi paugeran utama yang harus kita pahami tentang harta karun mâyâ. Selanjutnya masih ada lagi beberapa persyaratan penting lainnya yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya bagi orang yang sudah diijinkan Pemilik untuk berusaha mengangkat harta karun mâyâ. Beberapa persyaratan itu adalah :

Asas Kepantasan. Memperoleh harta karun tidaklah mudah. Sebab harta karun termasuk berkah besar. Artinya akan berat pula asas kepantasan yang harus dimiliki oleh seseorang calon penerima. Asas kepantasan berhubungan dengan layak tidaknya seseorang menerima harta karun. Kita termasuk sebagai orang yang pantas mendapatkan harta karun mâyâ apabila diri kita sudah dinilai oleh hukum alam sebagai seseorang yang cukup amalnya. Sering menolong, dan membantu sesama dan seluruh mahluk, sering memberikan kemudahan dan jalan hidup kepada sesama manusia.
Peruntukan. Untuk apa harta karun yang akan didapat, akan menentukan seseorang berhasil atau tidak dalam melaksanakan prosesi mengangkat harta karun. Tergantung pula pada siapa pemilik harta karun itu. Jika harta karun adalah milik seorang Raja atau pemimpin di zaman dulu, biasanya akan bisa diangkat jika akan digunakan untuk kemakmuran orang banyak atau untuk suatu bangsa. Bisa juga diberikan kepada seseorang untuk pribadi, jika orang tersebut masih keturunan langsung si Pemilik harta karun mâyâ. Sementara itu harta karun milik Raja, pemimpin besar, maupun pribadi, jika digunakan untuk suatu tujuan merusak bangsa, rencana jahat, dan ketamakan jelas tidak akan diperolehnya. Sebaliknya harta karun yang akan digunakan untuk mengembalikan hutang, atau untuk melanjutkan hidup justru lebih bisa diterima oleh gaib pemilik dan penjaga harta karun mâyâ. Mengembalikan hutang pun tidak sembarang hutang. Alasan hutang yang disebabkan oleh perilaku hidup boros, judi, atau dampak resiko suatu perbuatan jahatnya sendiri, tentu tidak akan diterima. Sebaliknya hutang yang disebabkan akibat tanggungan beaya pengobatan, menolong orang, atau untuk membeayai sekolah dan tanggungan keluarga dan sejenisnya malah cukup beralasan dan bisa diterima gaib. Namun demikian, harta yang diperuntukkan untuk kemakmuran banyak banyak orang, masyarakat atau suatu bangsa biasanya akan lebih mudah dikabulkan oleh si pemilik harta karun.
Kemampuan Menata Hati. Jika dalam diri kita masih ada sifat serakah, tamak, jahat, dengki, iri hati, adigang adigung adiguna. Masih pula tertanam sifat 3 G : golèk mênangé dhéwé, golèk butuhé dhéwé, golèk bênêré dhéwé. Tidak adil dan selalu pilih kasih. Bahkan termasuk karakter sombong, ria, semua itu akan menjadi batu sandungan dalam melaksanakan petunjuk dan bimbingan gaib. Dan resikonya cukup besar, seseorang bisa menjadi terganggu jiwanya, minimal kesurupan yang mengakibatkannya jatuh sakit. Untuk itu seseorang yang sedang memprosesi ritual demi ritual mengangkat harta karun hendaklah menata hati, jagalah selalu suasana hati agar selalu tertanam rasa tulus, legowo dan endapkan segala nafsu serakah, bersihkan segala penyakit hati dengan rasa “punya rasa, tidak punya rasa punya”. Nah, untuk syarat hati ini, sederhana tetapi sulit dilakukan. Biasanya jika sudah semakin mendekati akhir proses atau ritual, orang akan semakin tergiur. Apalagi jika dilakukan secara kelompok atau tim yang terdiri dari banyak orang. Jika yang melakukan prosesi mengangkat harta melibatkan banyak orang akan lebih sulit. Menata hati dan pikiran satu orang saja sulit, apalagi hati dan pikiran banyak orang. Kemampuan dan mental lahir batin setiap orang juga berbeda-beda. Satu orang saja tidak teguh hati atau tidak kuat, misalnya dengan tidak mematuhi satu dua paugêran atau melanggar wêwalêr akubatnya bisa sangat fatal. Dapat mengakibatkan usahanya gagal total. Minimal orang yang tidak kuat tersebut mengalami suatu resiko yang cukup berat. Prinsipnya, harus mampu membersihkan segala penyakit hati, meluruskan pemahaman dan pola pikir, kuat mental lahir dan batinnya. Karena merubah nasib dan menjadi kaya itu harus orang yang kesinungan begja. Bagi seseorang yang mampu mengelola hati hingga mencapai tataran manembah keluhuran budi,”duwé rasa, ora duwé rasa duwé“, rendah hati, ora kagètan lan ora gumunan, tidak silau harta, serta tertanam sifat dan sikap sugih ati, justru akan lebih besar kemungkinan untuk kêsinungan sugih båndhå. Bila kita mampu menerapkan sifat-sifat bumi (yang maha memberi berkah untuk seluruh mahluk) ke dalam diri kita, maka alam semesta akan selalu berpihak kepada diri kita. Semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima.

TIPU DAYA MAFIA HARTA KARUN

Pada tulisan ini saya akan mengulas sedikit soal kasus-kasus penipuan yang berkaitan dengan perburuan harta karun mâyâ. Seperti kita ketahui, banyak sekali berita, kabar dan dongeng tentang upaya orang mencari harta karun mâyâ atau gaib. Begitu banyak orang mengaku mampu mengentaskan atau mengangkat harta karun mâyâ atau gaib. Tetapi kebanyakan hanyalah sekedar aksi tipu daya, dengan target korban akan mengeluarkan beaya operasional. Begitu banyak dan seringnya orang-orang yang merasa yakin akan mendapat harta karun sehingga sampai teledor dan lengah mengeluarkan beaya seberapapun besarnya sampai menjual aset-aset penting demi mengejar harta karun yang dibayangkan sangat menjanjikan dan mampu merubah nasib secara drastis. Mereka barulah sadar setelah harta bendanya habis dijual dan uangnya ludes untuk beaya operasional. Yang beruntung adalah orang yang mengaku-aku mampu mengangkat harta karun. Dan semuanya pada akhirnya gagal. Tetapi selalu saja si penipu tidak mau disalahkan. Bahkan sudah dibuat skenario jika nantinya berujung kegagagalan yang disebabkan oleh korban penipuan yang melanggar pantangan atau karena kurang memenuhi sarat. Seribu alasan dibuat-buat yang pada intinya memposisikan si korban tidak punya alasan untuk menyalahkan si penipu yang berlagak dewa penolong. Maka tulisan ini sekaligus sebagai perngatan untuk sedulur dan pembaca yang budiman agar tidak terperangkap dalam jaringan mafia harta karun yang sesungguhnya hanya mengincar harta benda dan uang si calon korbannya.

Para mafia memang hebat berakting menjalankan modus tipu-dayanya. Biasanya mereka melengkapi diri kemampuan bermain mejik atau sulap. Di hadapan calon korbannya, biasanya mereka melakukan atraksi-atraksi yang dapat membuat calon korban terbius dan terkesima dengan kehebatan palsu si penipu. Misalnya dengan kemampuan merubah suatu benda menjadi emas, tisu dan daun menjadi lembaran uang. Bahkan pada beberapa kasus ada juga yang berani keluarkan modal untuk beratraksi palsu seolah benar-benar ia mengangkat emas perhiasan atau lempengan dalam jumlah kecil di suatu lokasi. Emas yang digunakan untuk atraksi juga emas asli, sehingga jika ditest ke toko emas akan menunjukkan keasliannya. Tapi dalihnya pasti mereka bilang, emas itu belum boleh dipergunakan atau dijual, karena si korban harus melengkapi persyaratan lagi agar tidak celaka. Singkatnya, rombongan penipu berani memasang umpan ikan teri untuk memperoleh ikan kakap. Penipu juga tak kurang akal, mereka pandai membuat surat-surat aspal untuk memperkuat bukti otentik. Termasuk bicaranya yang serba digaib-gaibkan, mengklaim diri sebagai pembawa amanat dan seterusnya. Penipuan biasanya tidak hanya dilakukan oleh satu orang melainkan banyak orang rombongan mafia. Mereka saling kenal tetapi berlagak tidak saling mengenal, sehingga calon korban merasa semua serba kebetulan dan menimbulkan kesan sangat istimewa dan menakjubkan. Rombongan mafia tidak hanya ada di satu wilayah, mereka berada di berbagai wilayah yang berjauhan tetapi mereka saling berkomunikasi untuk membangun modus operandi penipuan terhadap calon korban. Korban dibuat tak berdaya, selain juga bisa karena pengaruh gendam dan penyalahgunaan terhadap ketrampilan hipnotis. Si korban barulah akan sadar saat harta bendanya sudah habis ludes dijarah rombongan mafia, dan menelantarkan si korban dalam kondisi kebingungan, kesendirian, dan kesedihan yang sangat dalam. Bahkan anggota penipu seringkali menggunakan simbol-simbol kesucian, kesalehan, dan sifat agamis sebagai kedok. Selain semua modus diatas, calon korban biasanya diasingkan atau dieliminasi agar tidak berhubungan dengan orang lain selain rombongan mafia. Selain untuk merahasiakan aksi kejahatan jaringan mafia agar tidak tercium aparat keamanan, hal itu juga untuk mencegah agar calon korban tidak bisa meloloskan diri atau sadar diri setelah menerima masukan dari orang lain yang memahami tipu daya mafia. Maka waspadalah para pembaca yang budiman.

STUDI KASUS

Beberapa tahun lalu Menag berinisial SA tanpa mematuhi paugeran-paugeran dan langkah-langkah awal seperti di atas, pernah mencoba menggali harta karun yang tersimpan di Batu Tulis. Berbagai cara ditempuh, dengan wiridan, menggali, dan melacaknya dengan bantuan sonar logam. Akibatnya pertama, ada tim penggali yang tewas menjadi korban. Akibat selanjutnya, beberapa waktu kemudian, Menag terlibat kasus korupsi dan penyalahgunaan dana haji. Dalam masa menjalani proses hukum Menag meninggal dunia. Saya enggan mengkaitkan peristiwa kematian itu dengan harta karun. Mau disebut peristiwa kebetulan juga monggo. Tapi saya tetap mengambil pelajaran berharga dari peristiwa itu. Sebagai pedoman supaya dalam menjalani hidup ini selalu bersikap hati-hati, waspada, dan tidak serampangan. Masih ada lagi kasus lainnya yang dapat menjadi contoh.

Warning
Di akhir tulisan ini saya ingin sekali lagi menegaskan bahwa adalah dua prinsip paling penting harus diketahui sedulur-sedulur semua berkaitan dengan harta karun mâyâ. PERTAMA, orang yang memungkinkan memperoleh harta karun mâyâ adalah yang sungguh-sungguh memenuhi asas kepantasan, terpilih dan pinilih. Siapapun yang hatinya tidak bersih, tamak, serakah, tidak tulus, mudah iri-dengki, tidak bisa bersikap adil, batinnya ruwet, pikirannya aneh-aneh pasti tidak akan memenuhi asas kepantasan sebagai orang yang layak mendapatkan harta karun mâyâ. Termasuk pula orang yang gemar berburu, dan bernafsu untuk mencari atau menguasai harta karun mâyâ, pastilah akan ditolak oleh titah gaib. Sekalipun seseorang itu masih memiliki garis keturunan pemilik harta karun itu. KEDUA, begitu banyaknya orang mengaku-aku mampu mengangkat harta karun mâyâ atau gaib. Banyak pula orang yang ngotot meyakinkan orang lain, jika dirinya telah mengenal orang yang bisa mengangkat harta karun mâyâ. Akan tetapi sikap saya teguh, tidak akan percaya samasekali. Saya bukannya over-confident, tetapi saya melihat ciri orang yang benar-benar mampu mengangkat harta karun mâyâ. Saya juga mengerti betapa berat syarat-syarat (yang ditetapkan hukum alam) yang berlaku bagi orang yang mendapatkan anugrah mampu mengangkat harta karun mâyâ.

Bila kita lebih memahami berbagai hal yang berhubungan dengan harta karun. Harapan saya setidaknya dapat menambah referensi dan dapat dijadikan sebagai rambu-rambu bila di antara para pembaca yang budiman sedang menghadapi tawaran-tawaran yang menggiurkan soal pengangkatan harta karun. Jaya jaya wijayanti.

(Sabdo langit)

Anak Anjing Berwajah Manusia

GUBHUG REYOTT™ | Anak Anjing Berwajah Manusia,Dibawah ini adalah foto dari seekor anak anjing yang lahir dengan wajah berbentuk manusia. Anak anjing ini lahir di Umbauba, Sergipe, Brazil. Sebenarnya apabila dilihat dengan seksama, anak anjing ini lebih mirip seekor babi dibanding manusia.

Beberapa mengatakan bahwa hal ini mungkin diakibatkan cacat yang dibawa anjing ini. Dan teori yang lain mengatakan bahwa anak anjing tersebut keracunan air ketuban induknya sehingga tubuh dan wajahnya mengalami anomali.

Atau....memang suatu peristiwa mistik...who knows ??

Poor little guy...







(world wonderland)

Domba Di Cina Melahirkan Seekor Anjing

GUBHUG REYOTT™ | Seekor domba di Cina melahirkan seekor "anjing"
Sesuatu yang aneh terjadi Cina. Menurut para peneliti, hewan dengan spesies yang berbeda tidak akan bisa dikawinkan. Namun di Cina, ada seekor domba yang melahirkan seekor "anjing", atau paling tidak anak domba yang sangat mirip dengan anjing. Bisakah kalian memperkirakan apa yang sedang terjadi?

Ada banyak serigala berbulu domba, tetapi hanya ada satu anjing berbulu domba.

Bagi Liu naiying, kelahiran domba ini adalah sebuah mukjizat. Mr.Liu percaya kalau dombanya memang telah melahirkan seekor anjing.

Hewan yang terlihat seperti "anak anjing" itu memiliki bulu seperti domba, namun hidung, mulut, mata, telapak kaki dan ekornya sangat mirip dengan seekor anjing. Bahkan "anak anjing" itu bermain seperti seekor anjing.

Kelahiran yang aneh ini telah membuat ribuan orang berbondong-bondong datang ke pertaniannya di propinsi Shanxi untuk melihat dengan mata kepala sendiri.


Mr.Liu mengatakan kalau ia menemukan bayi hewan itu beberapa saat setelah dilahirkan.

Menurut Mr.Liu: "Saya sedang menggembalakan domba-domba ketika saya melihat seekor diantaranya sedang menjilati bayinya yang baru lahir di rerumputan. Anak domba itu masih terlihat basah."

"Ketika saya mendekati untuk melihatnya, saya sangat terkejut karena anak domba itu terlihat sangat aneh, seperti persilangan antara seekor domba dengan anjing."

"Saya menjadi sangat ketakutan karena saya telah memelihara domba selama 20 tahun dan belum pernah melihat hewan semacam ini."

Yue GuoZhang, seorang peneliti dari pusat penelitian hewan di kota Xi'an mengatakan kalau domba dan anjing adalah dua spesies yang berbeda.

"Sangat tidak mungkin seekor domba bisa hamil dan melahirkan seekor anjing." Katanya. "Menurut saya hewan itu hanyalah seekor domba yang tidak biasa."

Terima kasih atas pencerahannya Mr.Yue.

Kalau begitu, apa yang sesungguhnya terjadi?

Apakah domba itu telah melakukan hubungan terlarang dengan anjing Mr.Liu?

Ataukah sang induk domba itu jatuh cinta dengan pudel tetangga sehingga ia menginginkan anak yang menyerupai anjing itu? Bukankah apa yang kita pikirkan dengan sungguh-sungguh bisa terjadi?

Just kidding.

Paling tidak, kita bisa menyebut peristiwa ini sebagai mukjizat yang menyenangkan.

(dailymail.co.uk)

Di Temukan Ular Berkaki Di Cina

GUBHUG REYOTT™ | Ular berkaki ditemukan di Cina,14 September 2009, Mrs Dean Qiongxiu, 66 tahun menemukan seekor ular sedang bergelantungan di dinding kamar tidurnya pada tengah malam buta. Anehnya ular ini bergelantungan dengan menggunakan cakar kakinya.

"Aku terbangun dan mendengar suara aneh seperti suara garukan. Aku menyalakan lampu dan melihat monster ini sedang merayap di dinding dengan kakinya," Kata Mrs Duan yang berasal dari Suining, Cina Selatan.


Mrs Duan berkata bahwa ia begitu ketakutannya sehingga secara reflek ia mengambil sepatunya dan memukul ular itu hingga mati. Lalu ia mengambil bangkainya dan mengawetkannya di dalam sebuah botol.

Ular sepanjang 16 inci itu juga memiliki jari-jari kecil. Saat ini, makhluk itu sedang diteliti oleh Life Sciences Department di China West Normal University di Nanchang.

Seorang ahli ular bernama Long Shuai ketika dimintai pendapatnya mengatakan: "Ini sangat mengejutkan, namun kami tidak akan mengetahui penyebab keanehan ini sebelum mengadakan otopsi."

Mutasi genetika yang umumnya terjadi pada ular adalah tumbuhnya kepala kedua yang muncul dengan proses yang sama seperti kembar siam pada manusia. | Disalin GUBHUG REYOTT™ | Dari Berbagai Sumber .

(telegraph.co.uk)

Misteri Ghoul Monster Dari Arabia

Friday, February 21, 2014

GUBHUG REYOTT™ | Sekarang pembaca sudah mengetahui arti kata Ghoul, lalu coba jawab pertanyaan saya ini, Menurut anda apakah Ghoul itu ada?
Kalau menurut pandangan saya, ghoul memang benar-benar ada, mereka adalah makhluk gaib yang tidak dapat dilihat oleh manusia.

Memang Ghoul menempati ruang bawah tanah gunung berapi dan tempat yang tidak berpenghuni karena memang ruang bawah tanah gunung berapi adalah tempat yang bersuhu amat tinggi, tempat dimana makhluk gaib ini diciptakan. Iblis diciptakan dari api yang menyala. Dan seperti kita tahu, gunung berapi memang tempat yang menyala-nyala.
Lalu, dengan tempat yang tidak berpenghuni memang Ghoul atau bisa kita sebut iblis hidup di tempat-tempat yang tidak berpenghuni. Mungkin iblis menyukai tempat tersebut karena pancaran aura negatifnya (menurut saya ^-^ hehe)

kira-kira seperti inilah Ghoul


Menurut monstropedia, Ghoul dapat merubah bentuknya menjadi binatang, terutama hyena. Menurut saya, memang iblis dapat menyamar menjadi bentuk hewan buas, tetapi mungkin lebih sering menjadi bentuk ular. Apabila kita memperhatikan gambaran Ghoul di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa Ghoul adalah makhluk yang jahat (lihat tatapan matanya), Mahluk ini juga suka memangsa anak kecil, mencuri mayat dikuburan dan memakan mereka yang sudah mati.
Apabila kita sudah berpikir hingga sejauh itu, mungkin akan muncul sebuah pertanyaan lagi. Apakah Ghoul benar-benar nyata saat ini?

Kita hidup bersama makhluk lain di dunia ini, baik yang dapat kita lihat maupun yang tidak dapat kita lihat. Di masa sekarang ini banyak yang mengartikan ghoul sebagai demon, setan, iblis, zombie, undead creature, dan lain-lainnya.

Bisa saja Ghoul adalah zombie, atau bisa saja Ghoul adalah makhluk yang benar-benar undead...Semua terserah pandangan anda sekalian.

Misteri Dajjal

GUBHUG REYOTT™ | Dari Nawwas bin Sa’man, ia berkata: “Suatu pagi Rasulullah saw. Bercerita tentang Dajjal, terkadang beliau memelankan suaranya dan terkadang mengeraskannya, sehingga kami menyangka Dajjal ada di kebun kurma. Kettika kami mendatanginya, beliau mengetahui keadaan kami, maka beliau bertanya: ”Ada apa kalian?” Kami menjawab: ”Wahai Rasulullah, engkau berrcerita tentang Dajjal, terkadang engkau memelankan suara dan terkadang engkau mengeraskannya, sehingga kami menyangka Dajjal ada di kebun kurma. ’Beliau bersabda: ”Ketakutan kepada selain Dajjal adalah yang paling aku khawatirkan terhadap dirimu. Kalau dia dan aku masih ada diantara kalian, akulah yang berdebat dengamya untuk melindungimu, tetapi jika jika dia keluar dan aku tidak berada diantara kalian, maka setiap orang akan berdebat untuk menolong dirinya sendiri, dan Allah adalah penggantiku untuk setiap orang muslim. Dia (Dajjal) adalah seorang pemuda yang berambut keriting, matanya menyembul keluar, menurutku seperti
Abdul Uzza bin Qathan. Oleh karena itu, siapapun di antara kamu yang bertemu denganya, hendaklah membacakannya surat Al Kahfi. Sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak kemudian merusak kanan kirinya. Hai hamba-hamba Allah, tabahlah! Kami berkata: ”Wahai Rasulullah, berapa lamanya ia berdiam di bumi?” Beliau bersabda: ”Empat puluh yang sehari seperti setahun, sehari lagi seperti sebulan, sehari lagi seperti seminggu, dan sisa-sisa harinya seperti hari-harimu.” Kami bertanya: ”Wahai Rasulullah, hari yang setahun tadi, cukuplah bagi kami satu hari saja pada hari itu?” Beliau menjawab: ”Tidak. Jadi buatlah perkiraan untuk waktu shalat. ”Kami bertanya: ”Wahai Rasulullsh, bagaimana kecepatannya di bumi?” beliau menjawab: ”Seperti hujan yang ditiup angin. Maka ia mendatangi suatu kaum lalu mengajak mereka, maka mereka beriman kepadanya dan mau menjawab ajakannya. Setelah itu ia memerinyahkan lsngit (agar menurunkan hujan), maka langit pun menurunkan hujan,
memerintahkan bumi (agar menumbuhkan tumbuh-tumbuhan) , maka bumi pun menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Pada waktu sore gembala-gembala mereka pulang dengan punuk yang panjang, lambung yang berisi susu yang mengelaytut. Kemudian kaum itu menolaknya. Maka Dajjal meninggalkan mereka. Pada keesokan harinya mereka mengalami paceklik, tiada suatu harta pun yang ada pada mereka. Kemudian Dajjal melewati sutu reruntuhan tersebut: ”keluarakan harta simpanan, ”maka simpanan maka simpanan tadi mengikutinya bagaikan lebah. Setelah itu ia memanggil seorang pemuda lalu dipotongnya dengan pedang menjadi dua bagian dan dilemparkan sejauh sasaran, lantas dipanggilnya kembali , maka pemuda menghadap sambil tertawa dan wajahnya bersinar. Ketika ia dalam keadaan demikian mendadak Allah mengutus Al Masih putra Maryam. Beliau turun di menara putih, sebelah timur Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelup za’faran dan meletakkan telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Apabila menundukkan
kepala, air pun menetes, dan jika mengangkat kepala, berluncuran air tadi bagaikan mutuara. Orang kafir mencium bau nafas beliau pasti mati, sedangkan bau nafas beliau dapat mencapai sejauh pandangan mata beliau. Kemudian beliau mencari Dajjal dan menemukannya di Babu Ludd (daerah dekat Baitul muqaddas) lalu membunuhnya. Setelah itu beliau didatangi kaum yang dijaga oleh Allah dari kejahatan Dajjal, beliau mengusap wajah mereka dan mengucapkan derajat mereka di surga. Ketika beliau dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah memberikan wahyu: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba- Ku, tiada seorang pun yang mampu membunuhnya, maka jaga dan kumpulkanlah hamba-hamba- Ku di gunung thur. ”Kemudian Allah membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj yang dengan cepat turun dari tempat-tempat tinggi. Ketika terdengar dari mereka melewati danau Thabariyah, mereka minim apa yang ada di situ. Dan tatkala barisan yang terakhir lewat, mereka berkata: ”Sesungguhnya, ditempat ini pernah ada
air, ”dan Nabiyyullah Isa dan sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirim ulat ketengkuk mereka (Ya’juj dan Ma’juj), sehingga mereka semua mati seperti matinya satu jiwa. Setelah itu Nabiyullah Isa dan sahabt-sahabatnya turun kebumi. Mereka tidak menemukan sejengkal pun tempat dibumi kecuali dipenuhi bangkai Ya’juj dan Ma’juj yang berbau busuk. Maka Nabiyullah Isa dan sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirim burung sebesar leher unta yang kemudian membawa mereka (Ya’juj dan Ma’juj) dan melemparkannya ditempat yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah mengirim hujan yang membanjiri rumah dari tanah maupun dari bulu, maka hujan tadi mencuci bumi sampai bersih, bersih seperti kaca, lalu dikatakan kepada bumi: ”Tumbuhlah buah-buahanmu dan kembalikanlah berkahmu.” Maka pada hari itu serombongan orang memakan buah delima dan berteduh dengan kelopaknya, juga diberkahi air susu seekor unta yang cukup untuk serombongan orang, air susu seekor
sapi cukup untuk satu keluarga. Ketika mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirim angin yang harum yang tertiup dibawah ketiak mereka, lalu mencabut setiap nyawa orang mukmin dan muslim, dan yang tersisa adalah orang-orang jahat yang melakukan persetubuhan seperti keledai (bersetubuh di depan umum tanpa rasa malu), maka pada masa mereka itulah terjadi kiamat.
(HR. Muslim)



MENGENAI DAJJAL

Di pertengahan tahun 2007 yang lalu, muncul nama Saibaba yang diberitakan sebagai Dajjal sang huru-hara di akhir zaman. Konon pria berambut kribo dan bertempat tinggal di India itu bisa menyembuhkan segala macam penyakit dengan air sucinya. Tak seorangpun yang mampu mengalahkan kehebatannya, bahkan tidak sedikit kalangan ulama India yang menjadi pengikutnya setelah terpengaruh oleh kehebatannya ketika berdebat dan melakukan unjuk kebolehan yang lain.

Pada tahun sebelumnya, ketika Amerika melakukan invasi militernya ke negeri Irak dan berhasil menggulingkan rezim Saddam, ada saja orang yang berpikir bahwa George W. Bush dan sekutunya adalah Dajjal yang diberitakan oleh Rasulullah saw.

Kita tentu tidak bisa dengan begitu saja menerima penafsiran-penafsiran semacam itu. Kita perlu merujuk kembali Hadis-hadis tentang Dajjal: siapa sebenarnya Dajjal tersebut, serta kapan dan dari mana munculnya.


Kriteria Dajjal
Tidak mungkin untuk menyebutkan satu per satu Hadis yang menerangkan tentang Dajjal, karena sangat banyak. Namun, berdasarkan sekian banyak Hadis yang memberi penjelasan cukup detail mengenai sosok Dajjal, dapat disimpulkan bahwa si penjelajah bumi ini adalah seorang Yahudi atau serombongan pedagang yang gagah perkasa, berambut keriting seolah-olah di kepalanya terdapat reranting pohon, mata kanannya buta, sedangkan mata kirinya tajam bagaikan bintang, dan di keningnya tertulis kâfirun billâhi wa bi-rasûlihi (kafir kepada Allah SWT dan Rasul-Nya saw).

Dajjal akan muncul ke permukaan jagat ini dengan mengaku sebagai tuhan. Orang yang mendengar ucapannya, niscaya akan menjadi pengikut setianya, kecuali orang-orang yang telah dijaga oleh Allah SWT. Dia juga memiliki kehebatan yang menyamai mukjizat para nabi, seperti bisa menghidupkan kembali orang yang telah dia bunuh, bisa membuat keindahan dan kenikmatan yang luar biasa di muka bumi, bisa menurunkan hujan dari langit, juga bisa menumbuhkan pepohonan dalam sekejap mata. Demikianlah di antara kehebatan-kehebatannya yang disinggung dalam Hadis.


Munculnya Dajjal
Di kala umat manusia sudah tak lagi melakukan amar ma'rûf nahi munkar, maka pertumpahan darah membanjiri hamparan jagat raya ini, huru-hara dan bencana silih berganti, tradisi minuman keras, mabuk, dan zina merajalela, lelaki biasa melakukan sodomi dengan sesama lelaki, perempuan biasa melakukan lesbian dengan sesama perempuan, maka pada waktu itulah sang huru-hara akhir zaman (Dajjal) muncul dari arah timur dengan mengendarai keledai.

Pada waktu itu pula, angin berhembus seperti saat pembasmian kaum Nabi Hud as, terdengar dentuman keras laksana suara yang telah menghancurkan kaum Nabi Shalih as, dan bumi memerah laksana bara api melalap umat manusia, sebagaimana yang telah dialami oleh kaum Nabi Syu’aib as.

Bersamaan dengan kemunculan Dajjal ini, masjid-masjid menjadi kosong, tak ada aktivitas ibadah di sana. Orang-orang yang beriman melaksanakan salat di rumahnya masing-masing, tidak lagi di masjid. Ular-ular tak lagi diam di sarangnya. Bumi bergoncang dengan demikian dahsyatnya, matahari kadang terbit berwarna putih cerah, kemerah-merahan, kadang pula hitam pekat. Para penyihir berkumpul menjadi pengikut Dajjal, sang pengelana dunia itu.


Kinerja Dajjal
Dajjal memang di-setting khusus oleh Allah SWT untuk menjadi pembasmi akidah dan keimanan umat Islam di penghujung kehidupan dunia. Dia akan membujuk manusia dengan menampakkan surga yang sebenarnya adalah neraka dan memperlihatkan neraka yang pada hakikatnya adalah surga. Dia akan bilang kepada orang yang dijumpainya: “Akan aku persembahkan surga ini kepada orang yang bersujud kepadaku, dan orang yang enggan sujud kepadaku maka akan aku lempar dia ke neraka.”

Sesuai dengan gelar yang dimilikinya sebagai al-masîh (sang penjelajah), dia akan berkelana mengitari dunia. Ketika memasuki daratan Babilonia dia akan berjumpa dengan Nabi Khidhir as. Dajjal bilang, “Aku adalah tuhanu!”. Nabi Khidhir as menjawab, “Engkau dusta wahai Dajjal!”. Dajjal membunuhnya seraya berkata, “Berserulah kepada Tuhanmu niscaya Dia akan menghidupkanmu!”. Maka, Nabi Khidhir hidup kembali dan berkata kepada para pengikut Dajjal: “Jangan kalian sembah orang kafir terlaknat ini!”. Lalu, Nabi Khidhir as dibunuh lagi hingga tiga kali dan dihidupkan kembali oleh Allah SWT.

Setelah takluk di tangan Nabi Khidhir as dan tidak mampu mengalahkannya, maka perkelanaannya dilanjutkan ke kota Mekah, namun sesampainya di sana Dajjal melihat malaikat sedang berbaris mengitarinya, lalu dia beralih ke Madinah namun sesampainya di sana dia menyaksikan kejadian yang sama dengan di Mekah.


Pembunuh Dajjal
Allah tidak mentakdirkan Dajjal hidup berlama-lama di bumi. Dalam Hadis panjang yang diriwayatkan Imam Muslim (nomor Hadis 5233) dari Sahabat Abdullah bin Amr ra dijelaskan, bahwa usia dajjal di bumi ini hanya empat puluh, tapi Abdullah bin Amr ra tidak tahu apakah kata empat puluh yang disabdakan Rasulullah saw itu adalah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun?.

Dajjal adalah orang hebat yang tak seorangpun mampu membunuh dia. Namun di penghujung hayatnya, segala kekuatan dan kehebatan yang dia miliki dicabut oleh Allah dan tak lagi berguna. Pada waktu itu Allah mengutus Nabi Isa as sebagai seorang pahlawan penyelamat manusia dari kesadisan dan kekejaman ‘iblis’ mata satu itu. Nabi Isa as akan mencari tempat Dajjal berada, lalu membunuhnya dengan tangan beliau yang mulia.

Demikianlah identitas dan kisah Dajjal yang diyakini oleh para ulama Hadis, ulama tafsir, ulama fikih, ulama ilmu kalam, juga ulama-ulama Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang lain.

Dirangkum dari berbagai sumber
Mudah-mudahan kita, sebagai penganut paham Ahlussunnah wal Jamaah dapat selamat dari gangguan dan tipu daya Dajjal yang sangat kejam ini. Begitu pula, semoga akidah kita semakin diperkokoh oleh Allah SWT dan tidak diberi kesempatan untuk hidup pada waktu Dajjal berkeliaran di muka bumi ini. Amîn yâ Rabbal-Âlamîn.

iklan banner iklan banner iklan banner iklan banner
 
Editing Template By: JokoRowo TlogoRejo Original template By: Creating Website
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. GUBHUG REYOTT™- All Rights Reserved